MAKNA DADHAK MERAK DALAM KESENIAN REOG PONOROGO

Penulis

  • Nabila Shafa Kamila Universitas Muhammadiyah Jember
  • Hery B. Cahyono Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Makna, Dadhak Merak, Reog Ponorogo, Komunikasi Verbal Dan Nonverbal

Abstrak

Reog Ponorogo merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Kabupaten Ponorogo yang mana dalam pertunjukannya terdapat Dadhak Merak. Dadhak Merak yang merupakan elemen utama pada pertunjukan Kesenian Reog Ponorogo yang berbentuk kepala singa atau biasa disebut Singo Barong dan terdapat burung merak sekaligus bulu-bulunya yang begitu mencolok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai makna simbolik dari beberapa komponen yang ada pada Dadhak Merak dalam Kesenian Reog Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan didukung dengan teori interaksi simbolik serta teori komunikasi verbal dan nonverbal dengan tujuan menangkap pesan-pesan yang diberikan dari pertunjukan Reog Ponorogo. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Dadhak Merak bukan hanya sebagai bentuk keestetikaan semata pada pertunjukan, akan tetapi juga memiliki makna secara filosofis yang dimana pencerminan akan kekuatan, kewibawaan, dan juga sebagai identitas budaya seluruh masyarakat Ponorogo. Selain itu, juga ada kendala yang dihadapi saat mencoba mencari makna pada kesenian Reog Ponorogo.

Reog Ponorogo is an art originating from Ponorogo Regency, in which the performance includes Dadhak Merak. Dadhak Merak is the main element in the Reog Ponorogo Art performance which is in the form of a lion's head or commonly called Singo Barong and there is a peacock and its feathers are so striking. This study aims to analyze the symbolic meaning of several components in Dadhak Merak in Reog Ponorogo Art. This study uses a qualitative research method, and is supported by the theory of symbolic interaction and the theory of verbal and nonverbal communication with the aim of capturing the messages given from the Reog Ponorogo performance. Data collection techniques were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study explain that Dadhak Merak is not only a form of aesthetics in the performance, but also has a philosophical meaning which reflects the strength, authority, and also the cultural identity of the entire Ponorogo community. In addition, there are also obstacles faced when trying to find meaning in the Reog Ponorogo art.

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-29