PERAN KOMUNIKASI PEMERINTAH KELURAHAN DALAM UPAYA PELESTARIAN TRADISI PUTER KAYUN DI DESA BOYOLANGU BANYUWANGI

Penulis

  • Aisyah Zahra Mahdiyyah Universitas Muhammadiyah Jember
  • Mohammad Thamrin Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Peran Pemerintah Kelurahan, Pelestarian, Puter Kayun

Abstrak

Tradisi Puter Kayun di Desa Boyolangu, Banyuwangi, merupakan tradisi budaya yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah kelurahan dalam menjaga tradisi Puter Kayun, faktor pendukung pelestariannya serta efektivitas peran pemerintah kelurahan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait tradisi puter kayun. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah peran komunikasi pemerintah kelurahan dalam pelestarian tradisi Puter Kayun. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kelurahan tidak memberikan edukasi dan alokasi anggaran secara langsung, namun mendukung pelestarian tradisi melalui penyediaan sarana dan prasarana serta berperan sebagai komunikator dalam koordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan panitia acara. Faktor pendukung utama dalam pelestarian tradisi ini adalah antusiasme masyarakat, dukungan dari pihak terkait, serta promosi melalui situs resmi Banyuwangi. Kesimpulan pada penelitian ini menegaskan bahwa Tradisi Puter Kayun akan tetap lestari berkat komunikasi yang efektif dari pemerintah kelurahan serta dukungan fasilitas dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini memerlukan sinergi antara masyarakat dan pemerintah agar dapat terus bertahan di tengah arus modernisasi.

The Puter Kayun tradition in Boyolangu Village, Banyuwangi, is a cultural tradition performed by the community as a form of respect to their ancestors. This tradition also serves as a symbol of togetherness and cultural identity for the local community. This study aims to analyze the efforts of the village government in preserving the Puter Kayun tradition, the supporting factors for its preservation, and the effectiveness of the village government's role in coordinating with relevant parties involved in the tradition. This research uses a qualitative approach. The focus of this study is the role of the village government's communication in the preservation of the Puter Kayun tradition. Data collection techniques included interviews and documentation. The results show that the village government does not provide direct education or budget allocation, but supports the preservation of the tradition through the provision of facilities and infrastructure, as well as acting as a communicator in coordinating with traditional leaders, religious leaders, youth leaders, and event organizers. The main supporting factors for the preservation of this tradition are community enthusiasm, support from relevant parties, and promotion through the official Banyuwangi website. The conclusion of this study emphasizes that the Puter Kayun tradition will remain preserved due to effective communication from the village government, along with the support of facilities and community participation. Therefore, the preservation of this tradition requires synergy between the community and the government to continue thriving amidst the flow of modernization.

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-29