HUBUNGAN KOMUNIKASI ANTAR PERSONA PADA BUDAYA ADAT TARI SEBLANG BANYUWANGI

(Studi Kasus di Desa Olehsari Kec. Glagah Banyuwangi)

Penulis

  • Dewi Intan Noviantika Universitas Muhammadiyah Jember
  • Mohammad Thamrin Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Komunikasi Antar Persona, Seblang, Pelestarian

Abstrak

Tari Seblang adalah tradisi ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat osing di Desa Olehsari, Banyuwangi, yang mengandung makna spiritual dan sosial yang mendalam. Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai penghormatan kepada leluhur, tetapi  juga sebagai sarana komunikasi antar masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur dan faktor-faktor yang memengaruhi komunikasi antar persona dalam budaya adat tari seblang, serta peran pemerintah dalam upaya pelestariannya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah komunikasi antar persona pada ritual adat seblang. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol gerakan tari, peran tokoh adat, serta nilai-nilai spiritual dan sosial merupakan unsur utama yang membentuk komunikasi antar persona dalam ritual ini. selain itu, faktor-faktor seperti keyakinan spiritual, norma sosial, dan interaksi selama upacara adat juga berkontribusi pada dinamika komunikasi yang terjadi. Pemerintah daerah memainkan peran penting dalam melestarikan budaya melalui dukungan kebijakan, promosi, dan penyediaan fasilitas.  Kesimpulan pada penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi antar persona dalam tari seblang tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pesan, tetapi juga sebagai mekanisme untuk mewariskan budaya dan identitas masyarakat osing.  Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini memerlukan sinergi antara masyarakat dan pemerintah agar dapat terus bertahan di tengah arus modernisasi.

Seblang Dance is a ritual tradition carried out by the Osing community in Olehsari Village, Banyuwangi, which contains deep spiritual and social meaning. This ritual not only functions as respect for ancestors, but also as a means of communication between communities. This research aims to analyze the elements and factors that influence communication between individuals in the traditional Seblang dance culture, as well as the role of the government in efforts to preserve it. This type of research uses a qualitative approach. The focus of this research is communication between persons in Seblang traditional rituals. Data collection techniques were collected through interviews and documentation. The results of this research show that dance movement symbols, the role of traditional figures, and spiritual and social values are the main elements that shape communication between personas in this ritual. Apart from that, factors such as spiritual beliefs, social norms, and interactions during traditional ceremonies also contribute to the communication dynamics that occur. Local governments play an important role in preserving culture through policy support, promotion and provision of facilities.  The conclusion of this research confirms that communication between personas in Seblang dance not only functions as a medium for conveying messages, but also as a mechanism for passing on the culture and identity of the Osing community.  Therefore, preserving this tradition requires synergy between society and the government so that it can continue to survive amidst the current of modernization.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-27