INOVASI PEMBUATAN NUGGET BERBAHAN TEMPE DAN DAUN KELOR UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA PONG LEKO KEC.LONGGO KABUPATEN MANGGARAI

Penulis

  • Petrisialis Viktoria Laut Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Sofia Alam Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Makrina Sedista Manggul Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Roselina Mulia Sastri Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Sophia Ketrini Jemimu Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Theresiaputri Andini Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Oktaviani Rosari Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Oktaviana Rosari Awus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Retardasi Pertumbuhan, Bayi, Akumulasi

Abstrak

Masalah stunting atau perawakan pendek pada anak merupakan tantangan gizi global yang besar, terutama di negara-negara dengan tingkat kemiskinan dan pembangunan yang rendah. Stunting dapat menimbulkan dampak yang serius, antara lain peningkatan risiko penyakit dan kematian,  gangguan perkembangan otak, serta dapat memengaruhi keterampilan motorik dan perkembangan intelektual anak. Kondisi ini merupakan akibat akumulasi malnutrisi jangka panjang yang berlangsung sejak kehamilan hingga usia 24 bulan. Keadaan ini semakin diperparah dengan asupan makanan yang tidak seimbang. Data awal yang dikumpulkan di Desa Ponreko pada tahun 2020 menunjukkan bahwa terdapat 138 anak  yang mengalami stunting, dimana 20 anak termasuk dalam kategori perawakan pendek dan 45 anak dalam kategori perawakan sangat pendek Dari jumlah tersebut, hanya 15 anak di bawah usia lima tahun yang mendapat dukungan atau nasihat yang melibatkan orang tuanya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menganalisis pedoman dan intervensi yang diterapkan atas dasar ini untuk mengatasi stunting. Metode penelitian yang digunakan dalam penyuluhan ini antara lain ceramah, demonstrasi, dan diskusi. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, penyebabnya, manfaat tempe dan daun kelor, serta upaya pencegahan stunting. Seperti terlihat pada Tabel 3, hasil tabel post test menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua meningkat setelah mengikuti konsultasi, 80% diantaranya menunjukkan pengetahuan  baik. Hasil ini menegaskan bahwa nasihat mempunyai dampak  signifikan terhadap pengetahuan dan perubahan perilaku individu.

Stunting, which refers to a decrease in height among children, is a major nutritional challenge worldwide, especially in low-income and developing countries. This condition can lead to serious health complications, such as higher susceptibility to illnesses and death, impaired brain growth, slowed physical development, and negative impacts on cognitive progress. Stunting generally stems from a lengthy period of insufficient nutrition, beginning during pregnancy and extending through the initial two years of life, and can be worsened by ineffective weight management habits. In an initial study carried out in Pong Leko Village in 2020, researchers found 138 young children affected by stunting. Among them, 20 were classified as short and 45 as very short, but only 15 families took part in subsequent mentoring and advice sessions. The main aim of this initiative was to review stunting-related policies and evaluate the strategies implemented as a response. The guidance sessions were intended to be interactive, featuring lectures, hands-on demonstrations, and engaging discussions. Subjects addressed included the meaning and origins of stunting, the advantages of tempeh and moringa leaves, and ways to prevent the condition. The results showed a significant increase in parents' knowledge after the sessions, with 80% exhibiting a solid grasp of information related to stunting. These findings imply that the counseling initiatives effectively improved the understanding and practices of the participants.

Unduhan

Diterbitkan

2025-01-30