PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN BERDASARKAN LUAS PANEN TANAMAN SAYURAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Kata Kunci:
Infrastruktur Pertanian, Pengelolaan Lahan, Kesejahteraan PetaniAbstrak
Pertanian merupakan salah satu sektor utama yang mendukung perekonomian Indonesia, termasuk di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang cukup besar, terutama dalam hal pengembangan tanaman sayuran. Penelitian ini mengkaji potensi dan kebutuhan infrastruktur pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan data luas panen tanaman sayuran, termasuk bawang merah, tomat, dan cabai rawit, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif, untuk mengkaji pengelolaan infrastruktur pertanian berdasarkan luas panen tanaman sayuran di kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya variasi signifikan dalam produksi di masing-masing kabupaten/kota, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi infrastruktur pertanian, perubahan cuaca, teknik pengelolaan lahan, serta dukungan kebijakan pemerintah. Beberapa daerah, seperti Bombana dan Konawe Selatan, mencatat peningkatan produksi yang signifikan berkat perbaikan infrastruktur dan pengelolaan pertanian yang lebih baik. Di sisi lain, daerah seperti Buton dan Konawe Utara mengalami penurunan produksi yang diakibatkan oleh masalah infrastruktur dan perubahan iklim. Luas panen tanaman sayuran pada tahun 2022 dan 2023 menunjukkan adanya perbedaan dalam produksi di masing-masing kabupaten/kota, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi infrastruktur pertanian, perubahan cuaca, teknik pengelolaan lahan, dan dukungan kebijakan pemerintah. Sehingga diperlukan kajian lebih lanjut agar produktivitas tanaman sayuran di Sulawesi Tenggara dapat meningkat secara berkelanjutan.



