PERAN KONSELING SPIRITUAL DALAM PROSES PEMULIHAN PASIEN NAPZA DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN RIAU

Penulis

  • Nurul Pazila UIN Suska Riau
  • M. Fahli Zatrahadi UIN Suska Riau
  • Siti Hazar Sitorus UIN Suska Riau
  • Nurjanis UIN Suska Riau
  • Silawati UIN Suska Riau

Kata Kunci:

Konseling Spiritual, Resiliensi, Kesadaran Diri, Faktor Pendukung Dan Penghambat, NAPZA

Abstrak

Proses pemulihan bagi pasien penyalahgunaan NAPZA tidak hanya memerlukan penanganan medis secara fisik, tetapi juga penguatan aspek mental dan spiritual untuk mencegah kekambuhan (relapse). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling spiritual dalam membangun resiliensi (daya tahan mental) dan kesadaran diri pasien, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan konseling spiritual tersebut di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling spiritual berperan dalam membantu proses pemulihan pasien NAPZA melalui pemberian bimbingan keagamaan, pembinaan ibadah, penguatan kesadaran diri, serta motivasi untuk mempertahankan pemulihan. Proses ini membantu pasien membangkitkan kesadaran diri untuk menemukan kembali jati diri dan ketenangan batin, yang terlihat dari perilaku yang lebih stabil dan optimisme untuk pulih. Adapun faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah adanya regulasi rumah sakit yang mendukung dan kompetensi pembimbing, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kondisi psikologis pasien yang belum stabil dan keterbatasan waktu sesi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi pihak rumah sakit agar konseling spiritual terus diintegrasikan secara intensif, dan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji efektivitas metode ini dalam jangka panjang setelah pasien kembali ke masyarakat.

The recovery process for patients with substance use disorders requires not only physical medical treatment but also the strengthening of mental and spiritual aspects to prevent relapse. This study aims to analyze the role of spiritual counseling in building patients’ resilience and self-awareness, as well as to identify supporting and inhibiting factors in the implementation of such counseling at Tampan Psychiatric Hospital in Riau Province. This study employed a descriptive qualitative research method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that spiritual counseling serves as a tool for strengthening self-control and fostering resilience through a values-based religious approach and the provision of positive affirmation. This process helps patients cultivate self-awareness to rediscover their true selves and inner peace, as evidenced by more stable behavior and optimism regarding recovery. Supporting factors in this activity include supportive hospital regulations and the competence of counselors, while inhibiting factors include patients’ unstable psychological conditions and limited session time. Based on these results, it is recommended that hospitals continue to intensively integrate spiritual counseling, and future researchers are advised to examine the long-term effectiveness of this method after patients return to the community.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30