ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN TOILET SEBAGAI FASILITAS UMUM DI KAWASAN MONUMEN NASIONAL JAKARTA
Kata Kunci:
Ketersediaan, Monumen Nasional, Jakarta, Pariwisata, Kenyamanan PengunjungAbstrak
Monumen Nasional (Monas) merupakan salah satu ikon utama Kota Jakarta yang memiliki fungsi sebagai ruang publik, objek wisata sejarah, dan sarana edukasi. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, muncul berbagai keluhan dari masyarakat terkait fasilitas umum yang tersedia, seperti kondisi toilet, tempat sampah, jalur pedestrian, serta area parkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan fasilitas yang dirasakan oleh pengunjung Monas dan menganalisis persepsi mereka terhadap pengelolaan fasilitas di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria utama adalah mereka yang memiliki pengalaman langsung menggunakan fasilitas Monas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung mengeluhkan fasilitas yang kurang terawat, kurangnya petunjuk informasi, serta minimnya tempat duduk dan ruang istirahat. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pengelolaan fasilitas publik di Monas agar dapat menciptakan lingkungan wisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi pengunjung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola dan pemerintah dalam merancang kebijakan perbaikan sarana prasarana di ruang publik.
The National Monument (Monas) is one of Jakarta’s most iconic landmarks, serving as a public space, historical tourism site, and educational destination. However, in recent years, various public complaints have emerged regarding the condition of its public facilities, including toilets, trash bins, pedestrian paths, and parking areas. This study aims to identify the problems associated with public facilities at Monas and analyze visitors’ perceptions regarding their management. The research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through field observations, in-depth interviews with key informants, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, focusing on individuals with direct experience using Monas facilities. The findings reveal that most visitors complained about poorly maintained amenities, lack of information signage, and insufficient seating and rest areas. These results highlight the need for improved management of public facilities at Monas to create a safe, comfortable, and visitor-friendly environment. This study is expected to provide valuable input for policymakers and site managers in planning infrastructure improvements for public spaces.




