PENGARUH VARIASI ALKALISASI TERHADAP KEKUATAN TARIK, IMPAK DAN RAMBAT BAKAR KOMPOSIT SERAT PISANG ABAKA
Kata Kunci:
Komposit, Serat Abaka, Alkalisasi, Kekuatan MekanikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu alkalisasi terhadap sifat mekanik komposit serat pisang abaka (Musa textilis) dengan matriks resin polyester. Perlakuan alkalisasi dilakukan menggunakan larutan KOH 5% dengan variasi waktu 2 jam, 4 jam, dan 6 jam. Pengujian meliputi uji tarik, uji impak, uji rambat bakar, serta pengamatan foto makro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu alkalisasi berpengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanik komposit. Pada uji tarik, kekuatan maksimum diperoleh pada perlakuan 4 jam dengan nilai 58,6 MPa, lebih tinggi dibanding 2 jam (46,2 MPa) dan 6 jam (52,4 MPa). Uji impak menunjukkan ketangguhan tertinggi juga pada perlakuan 4 jam dengan nilai 0,84 J/mm², sedangkan 2 jam hanya 0,67 J/mm² dan 6 jam sebesar 0,79 J/mm². Uji rambat bakar menunjukkan laju rambat api terendah pada perlakuan 4 jam yaitu 1,32 mm/detik, lebih baik dibandingkan 2 jam (1,78 mm/detik) dan 6 jam (1,45 mm/detik). Hasil foto makro memperlihatkan ikatan serat–matriks yang lebih homogen pada perlakuan 4 jam. Dengan demikian, waktu alkalisasi optimal pada komposit serat pisang abaka adalah 4 jam, karena menghasilkan kekuatan tarik, ketangguhan, dan ketahanan api terbaik.
This study aims to investigate the effect of alkali treatment duration on the mechanical properties of abaca banana fiber (Musa textilis) composites with polyester resin as the matrix. The fibers were treated with 5% KOH solution for 2, 4, and 6 hours. The tests conducted included tensile strength, impact strength, burning rate, and macro photo observation. The results showed that alkali treatment time significantly influenced the mechanical performance of the composites. The highest tensile strength was obtained at 4 hours of treatment, reaching 58.6 MPa, compared to 46.2 MPa at 2 hours and 52.4 MPa at 6 hours. Impact strength also reached its peak at 4 hours with 0.84 J/mm², while 2 hours and 6 hours resulted in 0.67 J/mm² and 0.79 J/mm², respectively. The burning rate test revealed the lowest flame propagation at 4 hours with 1.32 mm/s, better than 1.78 mm/s (2 hours) and 1.45 mm/s (6 hours). Macro photo observations confirmed a more homogeneous fiber–matrix bond in the 4-hour treatment. Thus, 4 hours of alkali treatment was found to be the optimal condition, producing superior tensile strength, toughness, and flame resistance in abaca fiber composites.



