PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN DASAR PATI DARI LIMBAH KULIT PISANG CAVENDISH DENGAN PENGUAT KITOSAN DAN PLASTICIZER GLISEROL
Kata Kunci:
Bioplastik, Pati Kulit Pisang, Kitosan, Plasticizer Gliserol.Abstrak
Meningkatnya permintaan masyarakat akan produk plastik mengakibatkan penumpukan sampah plastik sesuai dengan perkembangan teknologi dan industri. Penggunaan biodegradable merupakan salah satu strateginya untuk mengatasi hal tersebut. Bioplastik terbuat dari bahan alami yang terdegradasi oleh mikroorganisme, membuatnya lebih ramah lingkungan. Pati sering digunakan sebagai bahan baku dalam produksi bioplastik. Gliserin dan kitosan digunakan sebagai bahan penguat
bioplastik. tambahkan 4gram pati larutkan dalam 150 ml air pada 70℃. Timbang kitosan (2.5,3,3.5,4,4.5%) dan larutkan dengan asam asetat 1% sampai homogen. Campurkan dengan pati dan panaskan pada 60℃. Tambahkan gliserol (5,10,15,20,25%) dan aduk selama 1 jam pada 60℃, 300
rpm. Tuangkan ke cetakan, keringkan dalam oven 60℃. Keluarkan dari cetakan dan keringkan selama
2-3 hari pada suhu kamar. Bioplastik memiliki ketebalan sekitar 0.15 mm, ketebalan yang melebihi
standar mempengaruhi ketahanan terhadap air dan sifat mekanik. Konsentrasi kitosan mempengaruhi
kuat tarik, tetapi penambahan berlebihan membuat bioplastik rapuh. gliserol dapat meningkatkan
persentase elongasi, tetapi komposisi yang berlebihan membuat bioplastik lengket dan mudah sobek.
Kitosan dapat mengurangi persen biodegradasi karena antimikroba. Gliserol berlebih dapat
mempercepat daya serap air. Campuran bahan yang tidak homogen mempengaruhi permukaan kurang
halus. Bioplastik dengan nilai kuat tarik dan elongasi yang terbaik dan dapat diaplikasikan pada
konsentrasi kitosan 4 gr dan plasticizer gliserol 15 ml. Begitupun pada uji biodegradasi dan daya serap
air. Dikarenakan pada komposisi tersebut sudah sesuai dengan SNI 7188.9:2016 dimana diperoleh
nilai kuat Tarik sebesar 30,28 nilai elongasi sebesar 80% nilai degrabilitas sebesar 82,84 pada hari ke7 dan nilai daya serap air sebesar 1,51% sehingga memperoleh nilai hidrofobisitas sebesar 98,5%.



