PERANG DAGANG DAN PROTEKSIONISME: KAJIAN EKONOMI POLITIK ATAS KEBIJAKAN TARIF DALAM HUBUNGAN DAGANG BILATERAL

Penulis

  • Enjum Jumhana Universitas Bina Bangsa
  • Ridwan Maulana Universitas Bina Bangsa
  • Ariadina Universitas Bina Bangsa

Kata Kunci:

Proteksionisme, Perang Dagang, Kebijakan Tarif, Ekonomi Politik, Hubungan Bilatreal

Abstrak

Dalam beberapa dekade terakhir, isu perang dagang dan proteksionisme menjadi perhatian utama dalam wacana ekonomi internasional, terutama saat negara-negara besar memberlakukan tarif secara unilateral dalam konteks hubungan dagang bilateral. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan tarif sebagai wujud proteksionisme melalui lensa ekonomi politik, serta mengeksplorasi pengaruhnya terhadap kestabilan dan dinamika hubungan dagang antar negara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan studi literatur dan analisis isi terhadap kebijakan tarif dari negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Tiongkok, serta negara berkembang lainnya. Temuan menunjukkan bahwa penerapan tarif tidak sepenuhnya di dasari oleh pertimbangan ekonomi rasional, melainkan dipengaruhi oleh agenda politik domestik, kepentingan kelompok industri, dan strategi geopolitik masing-masing negara. Dalam praktiknya, kebijakan proteksionisme kerap dimanfaatkan sebagai alat tawar-menawar politik, namun juga dapat menimbulkan eskalasi konflik dagang, aksi balasan, serta melemahkan efisiensi dan integrasi pasar global. Dalam hubungan bilateral, tarif bisa menjadi sarana memperkuat posisi nasional, tetapi juga menyimpan potensi kerugian bersama. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan peran lembaga multilateral serta pembangunan dialog dagang yang adil dan setara. Diharapkan kebijakan tarif dapat berfungsi sebagai bentuk perlindungan ekonomi yang tidak mengabaikan prinsip perdagangan bebas. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman keterkaitan antara dimensi ekonomi, kekuasaan politik, dan kebijakan publik dalam sistem perdagangan global kontemporer.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-29