EFEKTIVITAS ENDORPHIN MASSAGE MENURUNKAN GEJALA DEPRESI PADA IBU HAMIL

Penulis

  • Dwita Nora Saragih Universitas Binawan
  • Dini Nur Alpiah Universitas Binawan

Kata Kunci:

Endorphin Massage, Ibu Hamil, Depresi

Abstrak

Depresi merupakan gangguan suasana atau perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih menetap dan hilangnya minat pada aktivitas yang disenangi, disertai dengan ketidak mampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Depresi juga dapat dialami oleh ibu yang sedang mengandung. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan psikologis saat ibu mengandung. Depresi perinatal adalah gangguan suasana hati yang dapat mempengaruhi seorang ibu pada masa kehamilan, pasca melahirkan (post-partum) atau keduanya. Endorphine Massage dapat menjadi pilihan bagi ibu hamil untuk menurunkan tingkat depresi. Endorphin massage adalah sentuhan/pijatan ringan yang mampu memberikan rasa rileks dan dapat diberikan kepada ibu hamil. Hal tersebut dapat merangsang tubuh, sehingga senyawa endorphin yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit serta rasa nyaman. Manfaat dari endorphin untuk mengatur produksi hormon pertumbuhan, pengendalian rasa nyeri/sakit yang menetap, mengendalikan rasa stress, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Depression is a mood disorder characterized by persistent feelings of sadness and a loss of interest in activities that are enjoyed, accompanied by an inability to perform daily activities for approximately two weeks. Depression can also occur in pregnant women due to psychological changes during pregnancy. Perinatal depression is a mood disorder that can affect a mother during pregnancy (prenatal), after childbirth (post-partum), or both. Endorphin Massage can be an option for pregnant mothers to reduce levels of depression. Endorphin massage is an alternative light touch/massage that can be given to pregnant women. This can stimulate the body, leading to the release of endorphins, which serve as pain relievers and promote feelings of comfort. The benefits of endorphins as regulators of growth and sex hormone production, pain and chronic pain control, stress management, and enhancement of the immune system.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-30