TRANSFORMASI PERAN NATO DALAM MENANGGAPI ANCAMAN RUSIA PASCA INVASI KE UKRAINA: TINJAUAN GEOPOLITIK DAN KEAMANAN KOLEKTIF
Kata Kunci:
NATO, Rusia, Ukraina, Keamanan Kolektif, Geopolitik, Strategi PertahananAbstrak
Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 menjadi titik balik penting dalam dinamika keamanan Eropa dan mendorong penilaian ulang strategis dalam tubuh North Atlantic Treaty Organization (NATO). Studi ini meneliti bagaimana peran NATO mengalami transformasi dalam merespons ancaman baru dari Rusia, dengan fokus pada reposisi geopolitik dan mekanisme pertahanan kolektif aliansi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif, dengan data sekunder dari dokumen resmi NATO, laporan strategis, dan literatur akademik. Pertanyaan utama yang diajukan adalah apakah respons NATO mencerminkan pergeseran dari strategi pertahanan pasif menuju postur keamanan yang lebih proaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NATO secara signifikan meningkatkan kesiapan militernya, memperluas keanggotaan (misalnya Finlandia), dan memperkuat pertahanan di kawasan Eropa Timur. Di sisi internal, perbedaan pandangan mengenai pembagian beban dan prioritas strategi masih menjadi tantangan. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi NATO turut membentuk kembali arsitektur keamanan global pasca-Perang Dingin, sekaligus meningkatkan ketegangan geopolitik dengan Rusia.
The Russian invasion of Ukraine in February 2022 marked a critical turning point in European security dynamics and prompted a strategic reassessment within the North Atlantic Treaty Organization (NATO). This study investigates how NATO's role has transformed in response to the renewed threat from Russia, focusing on the alliance’s geopolitical repositioning and collective defense mechanisms. The research applies a qualitative-descriptive method, using secondary sources such as NATO official documents, strategic reports, and academic literature. The central question explores whether NATO's response reflects a shift from defensive deterrence to a more proactive security posture. Findings indicate that NATO has significantly enhanced its military readiness, expanded its membership (e.g., Finland), and reinforced its eastern flank. Internally, debates over burden-sharing and strategic priorities persist among member states. The study concludes that NATO’s transformation is reshaping the post-Cold War security architecture, reinforcing its relevance while also escalating geopolitical tensions with Russia.


