MOTIF SIKAMBANG MANIH SEBAGAI ORNAMEN PADA TAS KULIT WANITA
Kata Kunci:
Motif Sikambang Manih, Ornamen, Tas Kulit WanitaAbstrak
Motif sikambang manih merupakan salah satu ornamen ukiran yang ada di Minangkabau. Motif ini biasanya dijumpai pada dinding-dinding rumah gadang yang berada di bagian depan. Pada penciptaan karya ini, pengkarya menempatkan motif sikambang manih pada permukaan kulit dengan mengkreasikannya. Penempatan motif ini diisi secara padat pada bagian depan tas diposisikan secara teratur sesuai ukuran dan bentuk dari tas. Motif akan dikreasikan melalui penggayaan dengan mengurangi dan menambahkan motif tanpa menghilangkan ciri khas dari motif. Motif sikambang manih difungsikan sebagai penghias pada tas. Terdapat makna dari motif ini yaitu seorang gadis Minangkabau yang beranjak dewasa dan akan menjadi pewaris keturunan dari ibu yaitu matrilinial (keturunan ibu). Perempuan harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu yang akan membimbing anak-anaknya kelak. Metode penciptaan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu 1) eksplorasi merupakan menggali ide dengan penelusuran dan referensi untuk mendukung perancangan konsep karya, 2) perancangan merupakan langkah mewujudkan karya melalui ide dan diproses ke dalam gambar acuan, sketsa alternatif, dan desain terpilih, 3) perwujudan merupakan langkah akhir dengan mempersiapkan alat, bahan dan teknik yang akan dipergunakan dalam pembuatan tas kulit. Penulisan ini pengkarya menggunakan teori bentuk, fungsi, estetis, warna, dan kreasi sebagai penunjang untuk memperkuat penulisan skripsi karya. Penciptaan tas kulit wanita dengan motif sikambang manih akan diwujudkan kedalam berbagai jenis yaitu sling bag, hand bag, tote bag, shoulder bag, mini backpack , dan ransel. Tas akan diwujudkan dengan bahan utaman kulit tersamak nabati dan menggunakan warna utama coklat, merah, kuning dan hijau.
The sikambang manih motif is one of the carvings found in Minangkabau. This motif is usually found on the walls of rumah gadang (tradisional Minangkabau houses) located in the front area. In its application, the creator places the sikambang manih motif on the surface of the leather by engraving it. The motif is placed densly on the front part and positioned according to the size and shape of the bag. The motif is beautified through engraving by reducing and adding certain motifs without eliminating the essence of the motif. The sikambang manih is used as a decorative element of the bag. The meaning of this motif lies in the process of a Minangkabau girl growing up and becoming a young woman known as a mother (in the matrilineal culture of Minangkabau, lineage is traced through the mother). Women must prepare themselves to become mothers who will guide their childern in the future. The creation method is carried out throught several stages: 1) exploration is the process of gathering ideas through research to support the design of the work concept, 2) design is step of realizing the work idea through selected designs and processes into reference images, alternative sketches, and chosen designs, 3) realization of tools, materials, and thechniques to be used in the making of leather bags. The creator uses theoris of form, function, aesthetics, color, and, creation as a foundation for writing this thesis. The creation of women’s leather bags with the sikambang manih motif will be realized into varios types of bags: sling bags,hand bags, tote bags, shoulder bags, mini backpacks and backpack. The bags will be made using vegetable-tanned leather as the main material and will use dominant colors such as brown, red, yellow, and green.


