TANAMAN PADI SEBAGAI IDE MOTIF BATIK TULIS UNTUK TUNIK

Penulis

  • Aliefya Nabila Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Dra Mega Kencana Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Kata Kunci:

Batik Tulis, Tanaman Padi, Tunik, Kriya Tekstil, Fashion Etnik, Pewarnaan Remazol

Abstrak

Karya tugas akhir ini berjudul “Tanaman Padi Sebagai Ide Motif Batik Tulis Untuk Tunik” yang dimana terinspirasi dari bentuk tanaman padi sebagai simbol filosofi dan sumber kehidupan masyarakat Indonesia. Tanaman padi yang dipilih adalah tanaman padi yang telah berbuah, kemudian di kreasikan menjadi sebuah motif batik tulis yang diterapkan pada tunik Wanita. Proses dalam penciptaan karya ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Teknik batik tulis digunakan sebagai teknik utama karna memiliki nilai estetik yang tinggi dan karakteristik yang unik. Dalam pewarnaan yang digunakan pengkarya yaitu menggunakan pewarnaan Remazol, dengan tambahan teknik colet, fiksasi, pelorotan, hingga proses menjahit. Hasil akhir dari laporan ini berupa tujuh karya tunik Wanita yang berukuran L dengan judul setiap karya nya berbeda-beda, yang dimana masing-masing karya memiliki keunikan bentuk tunik, motif dan nilai estetika tersendiri. Karya ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi visual dan filosofi yang terdapat pada tanaman padi dalam seni tekstik serta untuk melestarikan budaya batik tulis melalui pendekatan desain fashion kontemporer. Diharapkan, karya ini dapat menjadikan referensi dalam pengembangan motif batik dan inspirasi bagi pelaku seni, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

This final project is titled “Rice Plant as the Idea for Batik Tulis Motif in Tunic Design”, inspired by the shape of rice plants as a symbol of philosophy and a source of life for Indonesian people. The chosen rice plant is one that has borne grain, which is then stylized into a batik tulis motif and applied to women’s tunics. The creation process was carried out in three stages: exploration, design, and realization. The batik tulis technique was used as the main method due to its high aesthetic value and unique characteristics. The coloring process employed Remazol dyes, along with additional techniques such as colet (brush coloring), fixation, wax removal, and sewing. The final outcome of this project consists of seven women’s tunics in size L, each with a different title, shape, motif, and unique aesthetic value. This work aims to highlight the visual and philosophical potential of the rice plant in textile art and to preserve the tradition of batik tulis through a contemporary fashion design approach. It is hoped that this work will serve as a reference in the development of batik motifs and as inspiration for artists, students, and the wider public.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-30