PERANCANGAN WISATA BAHARI DI SEDAYULAWAS KABUPATEN LAMONGAN
Kata Kunci:
Wisata Bahari, Arsitektur Ekologis, Sejarah, Sedayulawas, Kerajaan MajapahitAbstrak
Kabupaten Lamongan memiliki potensi wisata bahari yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, khususnya di kawasan Sedayulawas. Kawasan ini dulunya menjadi bagian penting dari jalur perdagangan rempah-rempah pada masa Kerajaan Majapahit. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga diperlukan perancangan wisata bahari yang tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga mempertahankan keseimbangan lingkungan dan melestarikan nilai sejarah kawasan tersebut. Perancangan ini mengusung tema Arsitektur Ekologis, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan wisata yang harmonis dengan alam sekaligus merepresentasikan sejarah kawasan Sedayulawas. Konsep combined metaphor diterapkan dengan menggabungkan elemen-elemen sejarah berupa bentuk arsitektur khas masa lalu dan prinsip keberlanjutan ekologis. Desain bangunan dan fasilitas wisata dirancang agar menyatu dengan karakteristik lingkungan pesisir, menggunakan material ramah lingkungan, dan memaksimalkan energi terbarukan.Melalui pendekatan ini, perancangan wisata bahari di Sedayulawas diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berperan dalam pelestarian lingkungan dan sejarah. Proyek ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan menjaga nilai budaya masyarakat setempat.
Lamongan Regency has marine tourism potential which is rich in historical and cultural value, especially in the Sedayulawas area. This area used to be an important part of the spice trade route during the Majapahit Kingdom. However, this potential has not been utilized optimally, so it is necessary to design marine tourism that not only increases tourist attraction, but also maintains environmental balance and preserves the historical value of the area. This design carries the theme of Ecological Architecture, which aims to create a tourist environment that is harmonious with nature while representing the history of the Sedayulawas area. The combined metaphor concept is applied by combining historical elements in the form of typical architectural forms of the past and the principles of ecological sustainability. The design of buildings and tourist facilities is designed to blend with the characteristics of the coastal environment, using environmentally friendly materials and maximizing renewable energy. Through this approach, the design of marine tourism in Sedayulawas is expected to be able to become a leading tourist destination that not only attracts tourists, but also plays a role in preserving the environment and history. This project simultaneously supports local economic growth and maintains the cultural values of the local community.


