PERBEDAAN MEANING OF LIFE (KEBERMAKNAAN HIDUP) PADA KARYAWAN PT LANGGENG BUANA JAYA DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN
Kata Kunci:
Kebermaknaan hidup, Karyawan, Jenis KelaminAbstrak
Kebermaknaan hidup merupakan hal yang penting dan semestinya ada dalam diri setiap individu untuk mencapai tujuan hidup dan salah satunya dengan cara bekerja. Dunia pekerjaan dewasa ini tidak hanya di dominasi oleh laki-laki saja melainkan peran perempuan kini bukanlah hal yang baru untuk diperbincangkan dalam dunia kerja, karena untuk mencapai tujuan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebermaknaan hidup pada karyawan PT langgeng buana jaya ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling yang melibatkan 152 karyawan PT langgeng buana jaya di bidang assembly. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala likert yang didasarkan pada teori Frankl (2004) yakni mengukur aspek kebebasan berkehendak, hasrat untuk hidup bermakna, dan makna hidup. Hasil penelitian menunjukkan aspek pembentuk kebermaknaan hidup yang memiliki peran tertinggi adalah aspek kebebasan berkehendan dengan persentase 56,63% dan yang terendah adalah aspek makna hidup dengan persentase 12,09%. Kategorisasi kebermaknaan hidup karyawan PT langgeng buana jaya mayoritas adalah sedang. Pengujian hipotesis didapatkan hasil signifikansi 0,002 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan dalam kebermaknaan hidup antara karyawan laki-laki dan Perempuan di PT langgeng buana jaya, yang mana kebermaknaan hidup karyawan Perempuan lebih tinggi dibandingkan karyawan laki-laki. Implikasi dari penelitian ini mencakup perlunya perusahaan untuk meningkatkan kebebasan dan otonomi dalam pekerjaan karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, serta perusahaan juga disarankan untuk mengimplementasikan program pelatihan yang fokus pada peningkatan aspek makna hidup, memberikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan, serta menciptakan budaya kerja yang inklusif dan setara.
The meaning of life is important and should be present in every individual to achieve life goals, one of which is through work. The modern workplace is no longer dominated solely by men; the role of women is no longer a new topic of discussion in the work world, as they also strive to achieve their life goals. This research aims to determine the differences in the meaning of life among employees of PT langgeng buana jaya based on gender. This study uses a comparative quantitative method. The research sample was taken using random sampling techniques, involving 152 employees of PT langgeng buana jaya in the assembly field. Data were collected using a Likert scale questionnaire based on Frankl's theory (2004), measuring aspects of freedom of will, the desire for a meaningful life, and the meaning of life. The results showed that the aspect of freedom of will has the highest role in forming the meaning of life with a percentage of 56.63%, while the aspect of the meaning of life has the lowest role with a percentage of 12.09%. The majority of employees of PT langgeng buana jaya fall into the moderate category in terms of the meaning of life. Hypothesis testing results showed a significance of 0.002 < 0.05, indicating a significant difference in the meaning of life between male and female employees at PT langgeng buana jaya, with female employees having a higher meaning of life than male employees. The implications of this research include the need for the company to enhance employees' freedom and autonomy in their work, create a supportive work environment that balances work and personal life, and implement training programs focused on increasing the aspect of life meaning, providing rewards and recognition to employees, and fostering an inclusive and equitable work culture.


