PEMIKIRAN IBNU RUSYD DAN IBNU KHALDUN DALAM PEMBELAAN FILSAFAT ISLAM DI WILAYAH BARAT (Andalusia)
Kata Kunci:
Ibn Rushd, Ibn Khaldun, Filsafat Islam, Andalusia, Rasionalisme, Sosiologi, Sejarah Intelektual BaratAbstrak
Artikel ini mengkaji kontribusi intelektual Ibn Rushd dan Ibn Khaldun dalam membela filsafat Islam di dunia Barat, khususnya Andalusia. Ibn Rushd dikenal karena pembelaannya terhadap rasionalisme dan upayanya untuk mengharmoniskan filsafat dengan agama, terutama melalui komentarnya terhadap Aristoteles. Di sisi lain, Ibn Khaldun memperkenalkan pendekatan historis dan sosiologis untuk memahami peradaban, yang menjadi dasar bagi ilmu sosial modern. Kedua pemikir ini memainkan peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan filsafat Islam, dan karya-karya mereka terus memengaruhi tradisi intelektual Islam dan Barat. Artikel ini membahas pemikiran mereka masing-masing, dengan fokus pada bagaimana mereka mempertahankan relevansi akal dan observasi empiris dalam dunia Islam, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertukaran intelektual antara Timur dan Barat.
This article explores the intellectual contributions of Ibn Rushd and Ibn Khaldun in defending Islamic philosophy in the Western world, particularly Andalusia. Ibn Rushd is known for his defense of rationalism and his effort to harmonize philosophy and religion, particularly through his commentaries on Aristotle. On the other hand, Ibn Khaldun introduced a historical and sociological approach to understanding civilization, laying the groundwork for modern social sciences. Both thinkers played pivotal roles in preserving and advancing Islamic philosophy, and their works continue to influence both Islamic and Western intellectual traditions. The article examines their respective philosophies, focusing on how they defended the relevance of reason and empirical observation in the Islamic world, contributing significantly to the intellectual exchange between the East and the West.


