ANALISA SIMPANG TIDAK BERSINYAL ( Studi Kasus di Simpang Tiga Tak Bersinyal Strat 3 Jl. Soekarno-Hatta Km.1 Kota Balikpapan )
Kata Kunci:
Persimpangan Tidak Bersinyal, Jumlah Arus Kendaraan, Kapasitas Simpang, Derajat KejenuhanAbstrak
Kota Balikpapan merupakan sebuah kota di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota Balikpapan menjadi kota terbesar kedua di Kalimantan Timur, setelah Kota Samarinda. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat mengakibatkan kapasitas jalan menjadi semakin sempit jika tidak diimbangi dengan peningkatan pada jaringan dan kapasitas jalan, sehingga jalan yang berada di Kota Balikpapan tidak sanggup mengimbangi pertumbuhan volume kendaraaan dilokasi jalan maupun di persimpangan. Salah satunya Simpang Tiga Tidak Bersinyal di Jalan Soekarno-Hatta Km.1 Strat 3 Kota Balikpapan. Hal ini disebabkan karena pada lokasi persimpangan terdapat area pertokoan,masjid serta akses keluar masuk jalan. Berdasarkan konflik diatas perlu dilakukan analisa persimpangan bertujuan untuk menganalisa kinerja persimpangan tiga tidak bersinyal pada jalan strat 3 berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Analisa hasil penelitian kinerja pada simpang tidak bersinyal didapatkan total jumlah arus kendaraan (qKB) 3454,8 smp/jam, kapasitas simpang ( C ) 1.318,38 dan derajat kejenuhan ( DJ ) 2,62 smp/jam. Melebihi batas kejenuhan yang disarankan oleh PKJI 2023 yaitu 0,85 smp/jam serta Peluang Antrian didapatkan sebesar 11% untuk batas atas peluang dan 0,7% untuk batas bawah peluang dengan tundaan rata-rata 13,91 det/smp.


