DOKUMENTER SUMPAH SATI BUKIK MARAPALAM DENGAN GAYA EXPOSITORY

Penulis

  • Adilla Fitri Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Deddy Desmal Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Kata Kunci:

Film Dokumenter, Expository, Bill Nichols, Sumpah Sati Bukik Marapalam

Abstrak

Sumpah Sati Bukik Marapalam merupakan peristiwa bersejarah yang melahirkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai pedoman kehidupan masyarakat Minangkabau. Film dokumenter ini bertujuan menyajikan latar belakang lahirnya Sumpah Sati Bukik Marapalam, isi dan makna sumpah, serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat melalui gaya dokumenter expository. Proses penciptaan dilakukan melalui tahapan riset, observasi, wawancara, produksi, dan pascaproduksi. Gaya expository diterapkan dengan menggunakan narasi Voice of God sebagai pengarah utama yang didukung oleh wawancara narasumber serta visual lokasi, dokumentasi, dan ilustrasi. Pendekatan ini mengacu pada teori Bill Nichols yang menempatkan narasi sebagai unsur utama dalam membangun argumentasi. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa film mampu menyampaikan sejarah, makna, dan relevansi Sumpah Sati Bukik Marapalam secara sistematis. Meskipun terdapat keterbatasan dalam memperoleh arsip visual asli, penyampaian informasi tetap dapat dilakukan melalui perpaduan narasi, wawancara, dan visual pendukung.

Sumpah Sati Bukik Marapalam is a historical event that gave rise to the Minangkabau philosophy Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. This documentary aims to present the historical background, the content and meaning of the oath, and its relevance to contemporary Minangkabau society using the expository documentary mode. The creative process involved research, observation, interviews, production, and post-production. The documentary applies Voice of God narration supported by interviews, historical locations, documentation, and illustrative visuals. This approach follows Bill Nichols' theory, which emphasizes narration as the main element in constructing documentary arguments. The documentary successfully presents the history, meaning, and relevance of Sumpah Sati Bukik Marapalam in a systematic manner. Although authentic archival footage was unavailable, the combination of narration, interviews, and supporting visuals effectively conveyed the intended information.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30