PENANGANAN KERUSAKAN PELAT LANTAI JEMBATAN AIR MERANJAT KECAMATAN INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR
Kata Kunci:
Kerusakan, Penanganan Kerusakan, Pelat Lantai JembatanAbstrak
Jembatan merupakan suatu sarana transportasi yang mempunyai peran sangat penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas maupun dalam menunjang aktifitas masyarakat. Infrastruktur jembatan untuk jalan dianggap sebagai sebuah aset prasarana yang harus memiliki kemampuan dan daya layan sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal dan memadai tanpa adanya hambatan ataupun kendala bagi para pengguna jembatan. Jembatan akan mengalami penurunan kemampuan layannya seiring bertambahnya umur jembatan tersebut serta akibat kerusakan yang terjadi pada jembatan, termasuk Jembatan Air Meranjat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan kerusakan yang terjadi pada Jembatan Air Meranjat serta mengetahui penanganan yang tempat untuk kerusakan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer dan data sekunder dari lapangan. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa terjadi kerusakan berupa tambalan (46,42%), retakan halus/rambut (22,55%), lubang (20,21%) dan bleeding (10,82%). Dari jenis-jenis kerusakan tersebut, dianalisis penanganan yang tepat sesuai dengan kerusakan yang terjadi. Bentuk perbaikan yang bisa dilakukan adalah dengan cara pengupasan dan pelapisan kembali, deep patch (tambalan dalam), menaburkan agregat panas pada lapisanĀ permukaan kemudian dipadatkan, metode grouting atau dengan menggunakan gabungan material agregat yang kuat, serta dengan dilakukannya pemeliharaan rutin.
Bridges are a means of transportation that have a very important role in the smooth movement of traffic and in supporting community activities. Bridge infrastructure for roads is considered an infrastructure asset that must have the capability and serviceability so that it can provide optimal and adequate services without any obstacles or obstacles for bridge users. Bridges will experience a decrease in their serviceability as the age of the bridge increases and due to damage to bridges, including the Air Meranjat Bridge. This research aims to identify the condition and damage that occurred on the Air Meranjat Bridge and find out the appropriate treatment for the damage that occurred. This research was carried out by collecting primary and secondary data from the field. The results of the research showed that damage occurred in the form of patches (46.42%), fine/hairline cracks (22.55%), holes (20.21%) and bleeding (10.82%). From these types of damage, appropriate treatment is analyzed according to the damage that occurs. Forms of repair that can be carried out are by stripping and resurfacing, deep patching, sprinkling hot aggregate on the surface layer then compacting it, grouting methods or using a combination of strong aggregate materials, as well as carrying out routine maintenance.


