PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PEMANFAATAN SEKAM PADI MENJADI BRIKET MELALUI PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR)

Penulis

  • Williyana Harahap Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Gusti Setiavani Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Maya Sari Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Kata Kunci:

Briket, Limbah Sekam Padi, Participatory Action Research (PAR), Pemberdayaan Masyarakat, Petani

Abstrak

Limbah sekam padi merupakan hasil samping pertanian yang melimpah di Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam memberdayakan petani untuk mengolah limbah sekam padi menjadi briket. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 dengan melibatkan 26 anggota Kelompok Tani Horas II menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan penilaian keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pembuatan briket sekam padi. Pendekatan PAR juga meningkatkan partisipasi, kerja sama, dan motivasi petani dalam pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, PAR efektif sebagai strategi pemberdayaan untuk mengembangkan potensi lokal dan mendukung energi alternatif berkelanjutan di wilayah pedesaan.

Rice husk waste is an abundant agricultural by-product in Padang Bolak Julu District, North Padang Lawas Regency, but its utilization remains limited. This study aimed to analyze the effectiveness of the Participatory Action Research (PAR) approach in empowering farmers to process rice husk waste into briquettes. The study was conducted from March to May 2026 involving 26 members of the Horas II Farmer Group using a quantitative descriptive method with a pre-test and post-test design. Data were collected through interviews, questionnaires, observations, and skill assessments, then analyzed using the Paired Sample t-Test and N-Gain analysis. The results showed significant improvements in farmers’ knowledge, attitudes, and skills in rice husk briquette production. The PAR approach also increased farmers’ participation, collaboration, and motivation in implementing environmentally friendly waste management practices. Therefore, PAR is an effective empowerment strategy for utilizing local potential and promoting sustainable alternative energy development in rural areas.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30