GEOMORFOLOGI REGIONAL JEPANG: KARAKTERISTIK BENTANG ALAM DAN PENGARUH AKTIVITAS TEKTONIK TERHADAP PEMBENTUKAN RELIEF
Kata Kunci:
Geomorfologi Tektonik, Morfotektonik, Subduksi, Busur Kepulauan, Relief Vulkanik, Sesar Aktif, Dinamika LempengAbstrak
Jepang merupakan kepulauan busur yang terbentuk melalui interaksi kompleks antara empat lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, Lempeng Filipina, dan Lempeng Amerika Utara. Kajian geomorfologi regional terhadap Jepang bertujuan menganalisis karakteristik bentang alam kepulauan tersebut serta mendeskripsikan mekanisme tektonik yang berperan dalam pembentukan relief permukaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis literatur geomorfologi, geomorfologi tektonik, morfotektonik, dan geologi regional yang bersumber dari jurnal ilmiah nasional terakreditasi, buku akademik, dan prosiding ilmiah Indonesia. Hasil kajian memperlihatkan bahwa relief kepulauan Jepang didominasi oleh rangkaian pegunungan yang terbentuk akibat proses pengangkatan kerak, pelipatan, pematahan, dan vulkanisme aktif. Proses subduksi Lempeng Pasifik dan Lempeng Filipina ke bawah Lempeng Eurasia menghasilkan zona penunjaman yang menciptakan palung laut dalam, busur kepulauan, dan busur vulkanik. Aktivitas sesar aktif yang tersebar di seluruh kepulauan menjadi agen morfotektonik utama yang secara berkelanjutan memodifikasi topografi. Gunung-gunung berapi seperti Fuji-san berkontribusi terhadap pembentukan relief vulkanik berupa kerucut, kaldera, dan dataran lava. Gempa bumi tektonik menimbulkan perubahan morfologi permukaan yang signifikan, termasuk uplift pesisir dan longsor massal. Implikasi geomorfologi terhadap kehidupan masyarakat Jepang mencakup pola permukiman, pengembangan infrastruktur, dan strategi mitigasi bencana. Jepang dapat dipandang sebagai laboratorium alami geomorfologi tektonik yang menawarkan pemahaman menyeluruh tentang dinamika bentang alam busur kepulauan.


