KONTEKSTUALISASI TEORI SOSIOKULTURAL VYGOTSKY MELALUI PENDEKATAN TRADISI NAKETI TIMOR NTT DALAM PEMBELAJARAN PAK: SEBUAH STUDI ETNOPEDAGOGI

Penulis

  • Ulfiana Aderyanti Bell Institute Agama Kristen Negeri Kupang
  • Maria Esterina Liubana Institute Agama Kristen Negeri Kupang
  • Mercy Senandita Toy Institute Agama Kristen Negeri Kupang
  • Maria Indriani Sesfao Institute Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Teori Sosiokultural, Vygotsky, Tradisi Naketi, Budaya Timor, Pendidikan Agama Kristen, Etnopedagogi

Abstrak

Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sering kali terjebak pada indoktrinasi teologis yang kaku, sehingga siswa kesulitan menginternalisasi nilai pengampunan dan rekonsiliasi dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep kontekstualisasi pembelajaran PAK melalui integrasi Teori Sosiokultural Vygotsky dengan tradisi Naketi (pemaafan adat) masyarakat Timor Dawan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) berbasis etnopedagogi kontekstual. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) pada literatur sosiokultural, teologi kontekstual, dan manuskrip budaya Timor. Kajian menunjukkan bahwa tradisi Naketi dapat berfungsi sebagai cultural tools (alat budaya) yang efektif dalam mengaktifkan Zone of Proximal Development (ZPD) siswa. Ketika nilai pemaafan alkitabiah (Matius 18:21-22) dijembatani oleh mekanisme komunal Naketi, siswa mengalami lompatan pemahaman dari dogmatis-abstrak menjadi praktis-internal. Bimbingan bertahap (scaffolding) oleh guru mengarahkan tradisi pemaafan ini sebagai wujud nyata dari kasih Kristus. Etnopedagogi berbasis tradisi Naketi mentransformasi kelas PAK menjadi ruang komunal yang rekonsiliatif dan kontekstual bagi pembentukan karakter iman siswa di NTT.

Christian Religious Education (CRE) learning often falls into rigid theological indoctrination, causing students to struggle in internalizing the values of forgiveness and reconciliation within their social lives. This study aims to formulate a contextualized learning concept for CRE by integrating Lev Vygotsky’s Sociocultural Theory with the Naketi tradition (indigenous forgiveness ritual) of the Timor Dawan community in East Nusa Tenggara (NTT). This research employs a qualitative approach with a library research method rooted in contextual ethnopedagogy. Data analysis was conducted using content analysis techniques on sociocultural literature, contextual theology, and Timor cultural manuscripts. The study reveals that the Naketi tradition can effectively function as a cultural tool to activate students' Zone of Proximal Development (ZPD). When the biblical value of forgiveness (Matthew 18:21-22) is bridged by the communal mechanism of Naketi, students experience a cognitive leap from dogmatic-abstract understanding to practical-internal comprehension. Furthermore, structured scaffolding provided by the teacher aligns this traditional forgiveness practice as a tangible manifestation of Christ's love. Ethnopedagogy based on the Naketi tradition transforms the CRE classroom into a reconciliatory and contextual communal space for faith character formation among students in Timor, NTT.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29