KONDISI BELAJAR ROBERT M. GAGNE

Penulis

  • Delfi Ollo Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Trifena Nenometa Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Yufensius Nino Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Maria Indriani Sesfao Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Robert Gagne, Kondisi Belajar, Nine Events Of Instruction, Teori Belajar, Pendidikan Agama Kristen

Abstrak

Artikel ini mengkaji teori kondisi belajar yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne, ahli psikologi pendidikan yang karyanya sangat berpengaruh dalam desain pembelajaran modern. Gagne memandang belajar sebagai perubahan kemampuan manusia yang dipengaruhi oleh stimulus eksternal dan kondisi internal individu. Inti dari teorinya adalah sembilan peristiwa pembelajaran (nine events of instruction) yang memberikan kerangka sistematis bagi guru dalam merancang pengalaman belajar yang efektif. Artikel ini juga membandingkan pandangan Gagne dengan B.F. Skinner dan Benjamin S. Bloom, menganalisis kelebihan dan kekurangan teori, serta menyajikan implikasi praktis dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK). Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Gagne memberikan panduan terstruktur bagi guru, namun perlu dikombinasikan dengan pendekatan kontekstual dan afektif agar pembelajaran PAK benar-benar transformative.

This article examines the theory of learning conditions proposed by Robert M. Gagne, an educational psychologist whose work has greatly influenced modern instructional design. Gagne views learning as a change in human capability influenced by external stimuli and the individual's internal conditions. The core of his theory is the nine events of instruction, which provide a systematic framework for teachers to design effective learning experiences. This article also compares Gagne's views with B.F. Skinner and Benjamin S. Bloom, analyzes the strengths and limitations of the theory, and presents practical implications in the context of Christian Religious Education (PAK). Findings suggest that Gagne's theory provides structured guidance for teachers, but needs to be combined with more contextual and affective approaches for PAK to be truly transformative.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29