FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK DAUN BANGUN-BANGUN (Coleus aboinicus Lour.)

Penulis

  • Melania Fitriyantini Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Rahmi Hutabarat Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Kata Kunci:

Granul Effervecent, Daun Bangun-Bangun,, Produk ASI,, Laktogogum,, Stabilitas.

Abstrak

Air Susu Ibu (ASI) merupakan hal penting dalam mendukung kelangsungan hidup anak usia 0-24 bulan. Permasalahan yang dialami ibu menyusui yaitu ketidaklancaran ASI  dengan persentase 65,7%. ASI tidak lancar disebabkan kurangnya stimulasi hormon oksitosin yang berperan dalam produksi ASI. Daun bangun-bangun (Coleusi amboinicusi Lour.) mengandung asam rosmarinat yang bersifat sebagai laktogogum yaitu komponen yang dapat meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun bangun-bangun terhadap stabilitas dan karakteristik granul effervescent. Metode penelitian ini eksperimental dengan ekstraksi cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formula dibagi menjadi 3 buah menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun bangun-bangun (Coleusi amboinicusi Lour.) pada F0 (0%), F1 (10%), F2 (15%) dan F3 (20%). Dilakukan evaluasi pada sediaan granul effervescent yaitu pengamatan organoleptis berbentuk granul kasar memiliki warna hijau sampai hijau kekuningan, sifat alir 4-10 (g/s), sudut diam <40°, kompresibilitas <20%, distribusi ukuran partikel memiliki fines <1hat0%, waktu larut <120 detik, pH 6-7, kadar air <5% dan uji stabilitas sediaan dengan metode cyclingi test. Hasil penelitian menunjukan bahwa granul effervescent ekstrak daun bangun-bangun (Coleusi amboinicusi Lour.) pada formula 1 yang paling baik dengan uji organoleptik berwarna hijau kekuningan, aroma khas ekstrak, rasa asam manis, kompresibilitas 12,68%, distribusi ukuran partikel memiliki persentase vines 0,72%, sifat alir 8,47 (g/s), sudut diam 21,87°, waktu larut 40,62 detik, nilai pH 6,39 dan kadar air 2,12%. Pada uji stabilitas terdapat peningkatan terhadap kadar air sehingga mempengaruhi waktu larut tiap formula granul, namun masih memenuhi persyaratan, sehingga granul dapat dikatakan stabil.

Unduhan

Diterbitkan

2024-08-31