PSIKOEDUKASI BERBASIS EMPATI UNTUK MENINGKATKATKAN PERILAKU PROSOSIAL DAN MENURUNKAN BULLYING SISWA SDN 15 GELUMBANG

Penulis

  • Askiyah Maharani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Armasito Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Kata Kunci:

Bullying, Empati, Psikoedukasi, Perilaku Prososial, Sekolah Dasar

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta menumbuhkan sikap empati sebagai strategi preventif terhadap perundungan di SD Negeri 15 Gelumbang. Program dirancang sebagai intervensi berbasis empati dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tahap awal dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan kontekstual sekolah terkait perilaku perundungan. Intervensi dilaksanakan dalam bentuk psikoedukasi interaktif yang meliputi penyampaian materi, pemutaran film edukatif, diskusi partisipatif, simulasi bermain peran (role play), serta aktivitas reflektif “Pohon Perasaan” untuk mengeksplorasi pengalaman emosional siswa. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipatif, diskusi reflektif, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap bentuk dan dampak bullying, berkembangnya kesadaran emosional dalam mengenali perasaan diri dan orang lain, serta munculnya respons yang lebih empatik dalam interaksi sebaya. Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran guru sebagai agen preventif dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan suportif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis empati yang kontekstual dan partisipatif berpotensi menjadi strategi efektif dalam pencegahan bullying di sekolah dasar.

This community service program aimed to enhance students’ understanding of bullying and foster empathy as a preventive strategy against peer victimization at SD Negeri 15 Gelumbang. The program was designed as an empathy-based intervention using a descriptive qualitative approach. The initial stage involved observations and interviews to identify the school’s contextual needs related to bullying behavior. The intervention was implemented through interactive psychoeducational activities, including material presentation, educational video screening, participatory discussions, role-playing simulations, and a reflective activity called the “Feeling Tree” to explore students’ emotional experiences. Evaluation was conducted through participatory observation, reflective discussions, interviews, and field notes. The findings indicate an improvement in students’ understanding of the forms and impacts of bullying, enhanced emotional awareness in recognizing their own and others’ feelings, and the emergence of more empathetic responses in peer interactions. Furthermore, the program strengthened teachers’ roles as preventive agents in fostering a safe and supportive school environment. These findings suggest that contextual and participatory empathy-based psychoeducation has potential as an effective strategy for bullying prevention in elementary schools.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31