INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH BATANG PISANG MENJADI VAS BUNGA DI KELURAHAN POCO MAL KECAMATAN LANGKE REMBONG
Kata Kunci:
Limbah Pelepah Pisang, Pemberdayaan Masyarakat, Kerajinan Vas BungaAbstrak
Permasalahan lingkungan akibat penumpukan limbah pelepah batang pisang masih menjadi tantangan di Kelurahan Poco Mal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Limbah tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibiarkan membusuk atau dibakar, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ekologis masyarakat melalui inovasi pemanfaatan limbah pelepah batang pisang menjadi produk kerajinan berupa vas bunga yang bernilai estetika dan ekonom. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi dan observasi awal, sosialisasi dan edukasi, pelatihan pembuatan vas bunga, serta pendampingan dan evaluasi produk. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Kelurahan Poco Mal yang terdiri atas pemuda, ibu rumah tangga, dan kelompok produktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai dampak lingkungan limbah organik serta peningkatan keterampilan teknis dalam mengolah pelepah batang pisang menjadi produk kerajinan yang layak secara fungsi dan estetika. Tingginya partisipasi dan respons positif masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dengan kebutuhan dan potensi lokal. Kegiatan PKM ini berkontribusi dalam mengurangi limbah organik, mendorong kreativitas masyarakat, serta membuka peluang pengembangan usaha kreatif berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Environmental issues resulting from the accumulation of banana stem waste remain a challenge in Poco Mal Village, Langke Rembong District, Manggarai Regency. This waste is generally not optimally utilized and tends to be left to rot or burned, potentially causing environmental pollution and health problems. This Community Service (PKM) activity aims to increase community knowledge, skills, and ecological awareness through innovative ways to utilize banana stem waste to create craft products, such as flower vases, with aesthetic and economic value. The implementation method includes initial identification and observation, outreach and education, vase-making training, and product mentoring and evaluation. The target group is the Poco Mal Village community, consisting of youth, housewives, and productive groups. The results of the activity indicate an increased community understanding of the environmental impacts of organic waste and improved technical skills in processing banana stem waste into functional and aesthetically pleasing craft products. The high level of participation and positive community response demonstrates the relevance of this activity to local needs and potential. This PKM activity contributes to reducing organic waste, encouraging community creativity, and opening opportunities for the sustainable development of locally resource-based creative businesses.


