PERSEPSI MASKULINITAS TERHADAP SIKAP MAHASISWA LAKI-LAKI DALAM MENGGUNAKAN SKINCARE PADA FAKULTAS PARIWISATA DAN PERHOTELAN UNP
Kata Kunci:
Persepsi Maskulinitas, Sikap, Skincare, Mahasiswa Laki-Laki, Perawatan DiriAbstrak
Dalam era modern, penggunaan skincare tidak lagi hanya menjadi kebutuhan perempuan, namun juga semakin diminati oleh laki-laki. Meskipun demikian, di kalangan mahasiswa laki-laki masih terdapat hambatan berupa minimnya pengetahuan tentang perawatan kulit, terbatasnya akses informasi skincare khusus pria, serta adanya stigma bahwa skincare identik dengan sifat feminin sehingga dianggap kurang sesuai dengan citra maskulin. Kondisi ini mengakibatkan sebagian pria enggan menggunakan skincare meskipun mengalami masalah kulit seperti jerawat, kulit kering, dan penuaan dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup dengan total populasi 428, dan sampel sebanyak 81 yang dirancang berdasarkan indikator persepsi maskulinitas dan sikap. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh antara variabel.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi maskulinitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap mahasiswa laki-laki dalam menggunakan skincare. Dengan signifikansi 0,000 (< 0,05) mengindikasikan model regresi layak digunakan. Koefisien regresi maskulinitas sebesar 0,291 dengan konstanta 19,055 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan persepsi maskulinitas akan meningkatkan skor sikap mahasiswa sebesar 0,291. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,513 berarti 51,3% variasi sikap mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi maskulinitas, sedangkan 48,7% dipengaruhi faktor lain. Uji t menghasilkan t hitung 9,117 > t tabel 1,990 dengan signifikansi 0,000, sehingga Ha diterima dan H₀ ditolak, yang menegaskan adanya pengaruh positif dan signifikan antara persepsi maskulinitas dan sikap mahasiswa laki-laki dalam menggunakan skincare.


