SEJARAH PERKEMBANGAN AKSARA ARAB MELAYU DI INDONESIA
Kata Kunci:
Aksara Arab-Melayu, Sejarah Islam Di Nusantara, Warisan Budaya TulisAbstrak
Aksara Arab-Melayu, atau dikenal juga sebagai Arab Jawi, merupakan bentuk tulisan bahasa Melayu yang menggunakan huruf Arab dan telah digunakan secara luas di Indonesia sejak masuknya Islam ke Nusantara. Tulisan ini memainkan peran penting dalam penyebaran ajaran Islam, pendidikan, serta administrasi kerajaan-kerajaan Islam, terutama di wilayah Sumatera dan Semenanjung Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah perkembangan aksara Arab-Melayu di Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangannya, serta menelaah relevansinya dalam konteks budaya dan keislaman lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-deskriptif melalui telaah literatur, manuskrip kuno, dan dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksara Arab-Melayu berkembang pesat pada masa kesultanan Islam dan digunakan luas dalam karya sastra, kitab keagamaan, hukum Islam, dan pendidikan pesantren. Meskipun mengalami kemunduran pada masa kolonial, warisan budaya tulisan ini masih dapat ditemukan dalam manuskrip dan tradisi keilmuan pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aksara Arab-Melayu memiliki peran sentral dalam membentuk identitas Islam moderat yang berakar pada budaya lokal Indonesia.
The Arabic-Malay script, also known as Arab Jawi, is a form of Malay writing that uses the Arabic alphabet and has been widely used in Indonesia since the arrival of Islam in the archipelago. This script played a crucial role in the spread of Islamic teachings, education, and administration of Islamic kingdoms, particularly in regions such as Sumatra and the Malay Peninsula. This study aims to trace the historical development of the Arabic-Malay script in Indonesia, identify the factors that influenced its growth, and examine its relevance in the context of local Islamic and cultural traditions. The research employs a qualitative method with a historical-descriptive approach by reviewing literature, ancient manuscripts, and historical documents. The findings indicate that the Arabic-Malay script flourished during the era of Islamic sultanates and was extensively used in literary works, religious texts, Islamic legal codes, and pesantren (Islamic boarding school) education. Despite its decline during the colonial period, the cultural legacy of this script is still evident in manuscripts and traditional Islamic scholarship. The study concludes that the Arabic-Malay script has played a central role in shaping Indonesia’s moderate Islamic identity rooted in local culture.


