PERAN GURU PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KAREKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM PUTRI
Kata Kunci:
Peran Guru, Pembentukan Karakter, SantriAbstrak
Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki sikap, keterampilan, dan kreativitas yang baik. Hal ini sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yang menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik. Pemerintah pun mendorong penguatan pendidikan karakter melalui berbagai kebijakan, termasuk Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter, yang tidak hanya mencakup aspek kecerdasan intelektual, tetapi juga emosional dan spiritual. Dalam penelitian ini, dilakukan kajian terhadap peran guru pesantren dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Putri Ganjaran, Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter santri dibentuk melalui keteladanan, penerapan aturan yang tegas, dan kebiasaan sehari-hari, seperti pelaksanaan ibadah berjamaah, pembacaan rotibul haddad dan sholawat ad-diba’i, serta pembentukan kebiasaan positif seperti menjaga kebersihan lingkungan. Faktor pendukung pembentukan karakter meliputi peran aktif guru, pengasuh, dan dukungan orang tua, sementara faktor penghambat berasal dari kesulitan mengatur perilaku santri dan kurangnya kesadaran pribadi mereka. Secara keseluruhan, pembentukan karakter di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Putri berfokus pada pengembangan karakter religius, kedisiplinan, dan akhlak mulia yang menjadi dasar bagi santri untuk tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlaqul karimah.
Character education has an important role in shaping a generation that is not only intelligent, but also has a good attitude, skills, and creativity. This is in line with the goals of National Education as stated in the National Education System Law Number 20 of 2003, which emphasizes the importance of building the character of students. The government also encourages the strengthening of character education through various policies, including Presidential Regulation No. 87 of 2017 concerning Strengthening Character Education (PPK). Islamic boarding schools as religious educational institutions have a significant role in character formation, which not only includes aspects of intellectual intelligence, but also emotional and spiritual. In this study, a study was conducted on the role of pesantren teachers in the formation of student character at the Miftahul Ulum Putri Ganjaran Islamic Boarding School, Malang.The research method used is a qualitative approach with case studies, through interviews and observations. The results of the study show that the character of students is formed through example, the application of strict rules, and daily habits, such as the implementation of congregational worship, the recitation of rotibul haddad and sholawat ad-diba'i, as well as the formation of positive habits such as maintaining environmental cleanliness. Supporting factors for character formation include the active role of teachers, caregivers, and parental support, while inhibiting factors come from difficulties in regulating students' behavior and their lack of personal awareness. Overall, character building at the Miftahul Ulum Putri Islamic Boarding School focuses on the development of religious character, discipline, and noble morals which are the basis for students to grow into responsible individuals and have good morals.


