KHASIAT BUAH TIN DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DENGAN SAINS MODERN
Kata Kunci:
Khasiat, Buah Tin, Al-Qur’an, Sains, ModernAbstrak
Al-Qur’an bukan buku tentang sains, akan tetapi di dalamnya banyak ayat yang menjelaskan tentang fakta-fakta saintifik, yang mana haltersebut merupakan sisi-sisi kemukjizatan al-Qur’an. Sebuah nama apabila diabadikan di dalam al-Qur’an pasti memiliki keistimewaan, salah satunya adalah buah Tin. Al-Qur’an memperkenalkan be0uah Tin sebagai salah satu tanda kebesaran dan kemahakuasaan Allah Swt. Tanaman buah tin (Ficus carica L.) merupakan jenis tanaman yang termasuk ke dalam Moraceae memiliki keistimewaan dalam Al-Qur’an dan kaya akan manfaat serta banyak berkembang di wilayah Asia Barat dan tentunya Indonesia. Di Indonesia keberadaan buah tin sudah mulai dikembangkan untuk divariasikan menjadi produk yang bisa bersaing di pasaran. Buah tin diabadikan secara spesifik di dalam Al-Qur’an yang berada dalam surat at-Tiin, hal tersebut mengartikan bahwa Allah mengisyaratkan tentang khasiat atau manfaat dari buah tin. Kandungan senyawa bioaktif yang ada di dalam buah tin dapat dimanfaatkan menjadi obat dan bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Selain senyawa bioaktif kandungan kimia yang terbesar ada di dalam buah tin yaitu polifenol dan flavonoid. Senyawa bioaktif dalam tanaman tin memiliki beragam aktivitas biologis. Dalam pengobatan tradisional, dilaporkan bahwa buah tiin digunakan sebagai obat untuk bisul, gangguan pencernaan dan diare, sedangkan dalam beberapa penelitian ilmiah yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tiin memiliki aktivitas farmakologis yang luas diantaranya, antibakteri, antioksidan, antitumor, serta agen anti-inflamasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, penyebutan buah Tin dalam al-Qur’an memberi arti bahwa ia memiliki keistimewaan dibanding dengan buah-buahan lainnya dan memiliki banyak manfaat. Di dalam buah Tin terdapat kandungan yang berpotensi sebagai antioksidan. Sedangkan melihat dari efek farmakologisnya buah Tin sering digunakan dalam hal pengobatan. Inilah bukti qasam Allah tentang keistimewaan buah Tin dalam al-Qur’an. Kedua, buah Tin jenis Red Israel memiliki nilai kandungan aktivitas antioksidan sebesar 24,48 %.Semakin tinggi nilai kandungan ontioksidan dalam buah Tin, maka semakin baik pula bagi kesehatan tubuh. Dengan kadar antioksidan 24,48 % dapat menambah kekebalan tubuh manusia sehingga dapat mencegah terjadinya serangan dari berbagai macam penyakit. Dan Ketiga, dari berbagai pandangan mufassir sains buah Tin (Ficus carica L.) merupakan bentuk mukjizat ilmiah dari segi penciptaannya dan dari manfaat besar dari zat yang terkandung didalamnya


