ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK SPEECH DELAY USIA 3 TAHUN

Penulis

  • Natara Intan Shandya STAIN Bengkalis
  • Nur Maulida Azni STAIN Bengkalis
  • Mufaro'ah STAIN Bengkalis

Kata Kunci:

Pola Asuh, Speech Delay, Usia 3 Tahun

Abstrak

Perkembangan bahasa dan bicara pada anak usia dini merupakan salah satu indikator utama dari pertumbuhan yang sehat. Pada umumnya, anak-anak usia 3 tahun telah mampu menggunakan kosakata dasar dan mulai merangkai kalimat sederhana dalam interaksi sehari-hari. Namun, tidak semua anak mengikuti perkembangan ini sesuai dengan rentang usia yang diharapkan. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah keterlambatan bicara atau speech delay. Keterlambatan bicara pada anak sering kali dikaitkan dengan kurangnya stimulasi verbal dari lingkungan, terutama interaksi yang dilakukan oleh orang tua. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua pada anak usia 3 tahun yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay). Artikel ini menggunakan model studi kepustakaan (library research) dengan menjelaskan tentang hubungan orang tua dari anak-anak yang mengalami speech delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang responsif, melibatkan interaksi verbal yang aktif, serta memberikan stimulasi bahasa yang konsisten dapat membantu mempercepat perkembangan bicara pada anak yang mengalami speech delay. Sebaliknya, pola asuh yang kurang memberikan rangsangan verbal dan minim komunikasi dua arah cenderung memperburuk keterlambatan bicara. Faktor-faktor seperti pengetahuan orang tua tentang perkembangan bahasa, kesabaran dalam mendampingi anak, serta pemanfaatan waktu berkualitas dalam berkomunikasi berperan penting dalam perkembangan bahasa anak. Penelitian ini menyarankan adanya peningkatan edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya stimulasi bahasa dalam pola asuh sehari-hari. Selain itu, intervensi lebih awal dari ahli, seperti terapis bicara, sangat dianjurkan untuk memaksimalkan potensi anak dalam berkomunikasi.

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-31