PANDANGAN PASANGAN MUSLIM MILENIAL TERHADAP KELUARGA BERENCANA: ANALISIS MAQASHID AL-SYARIAH DI KECAMATAN PAMULANG

Penulis

  • Anggita Kumala Dewi Universitas Darunnajah
  • Taufiq Ramadhan Universitas Darunnajah
  • Delpa Firdaus Universitas Darunnajah

Kata Kunci:

Keluarga Berencana, Pasangan Muslim Milenial, Maqashid Al-Syariah

Abstrak

Keluarga berencana merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Perubahan sosial serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kualitas pengasuhan anak mendorong pasangan Muslim milenial memiliki pemahaman yang beragam mengenai keluarga berencana, sementara kajian yang menggabungkan potret sosiologis kelompok ini dengan pisau analisis Maqashid Al-Syariah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan pemaknaan keluarga berencana pada pasangan Muslim milenial serta kesesuaiannya dengan perspektif Maqashid Al-Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian empiris (studi kasus). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh pasangan Muslim milenial di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, yang dipilih secara purposive hingga tercapai saturasi data, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan memandang keluarga berencana bukan sekadar program pengendalian kelahiran, melainkan bentuk perencanaan keluarga untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta mempersiapkan pendidikan dan kesejahteraan keluarga; pemaknaan ini tetap dipegang teguh sekalipun kondisi ekonomi informan tergolong mapan. Dalam perspektif Maqashid Al-Syariah, pemahaman tersebut selaras dengan tujuan perlindungan jiwa (hifz al-nafs), perlindungan keturunan (hifz al-nasl), dan perlindungan harta (hifz al-mal). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keluarga berencana dipahami sebagai instrumen perencanaan keluarga yang mendukung kemaslahatan keluarga dan sejalan dengan tujuan Maqashid Al-Syariah, sehingga dapat menjadi rujukan bagi penguatan materi bimbingan pranikah berbasis nilai keislaman.

Family planning is one of the efforts to establish healthy, prosperous, and high-quality families. Social change and growing awareness of the importance of quality child-rearing have led millennial Muslim couples to develop diverse understandings of family planning, yet studies combining a sociological portrait of this group with the Maqasid al-Shariah framework remain limited. This study aims to analyze how millennial Muslim couples understand and interpret family planning and the extent to which that understanding conforms with the perspective of Maqasid al-Shariah. The study employed a qualitative approach using an empirical case-study design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving seven millennial Muslim couples in Pamulang Subdistrict, South Tangerang, selected purposively until data saturation was reached, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing supported by source and method triangulation. The findings show that all informants regard family planning not merely as a birth-control program but as a form of family management intended to safeguard maternal and child health, improve the quality of parenting, and prepare for children's education and family welfare, a view that persists even among economically established informants. From the perspective of Maqasid al-Shariah, this understanding aligns with the objectives of preserving life (hifz al-nafs), preserving lineage (hifz al-nasl), and preserving wealth (hifz al-mal). The study concludes that family planning is understood as an instrument of family management that supports family welfare and is consistent with the objectives of Maqasid al-Shariah, offering a reference point for strengthening premarital counselling materials grounded in Islamic values.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-23