ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA KURIKULUM MERDEKA DI MTs NEGERI 2 PALEMBANG
Kata Kunci:
Pembelajaran Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Mts Negeri 2 Palembang, Student-Centered Learning, Inovasi PembelajaranAbstrak
Kajian ini diselenggarakan guna menelaah secara komprehensif bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dijalankan dalam bingkai Kurikulum Merdeka di lingkungan MTs Negeri 2 Palembang. Sebagai sebuah paradigma pedagogis, pembelajaran berdiferensiasi bertumpu pada prinsip penghargaan terhadap heterogenitas peserta didik, mencakup variasi kesiapan, ketertarikan, serta modalitas belajar yang dimiliki masing-masing individu. Di bawah payung Kurikulum Merdeka, pendekatan ini menempati posisi strategis sebagai salah satu landasan utama dalam merealisasikan pembelajaran yang menempatkan murid sebagai pusat aktivitas edukatif (student-centered learning). Secara metodologis, kajian ini mengadopsi rancangan deskriptif kualitatif dengan mengandalkan observasi kelas, wawancara secara mendalam, serta penelusuran dokumen sebagai instrumen pengumpulan informasi. Partisipan penelitian mencakup pimpinan madrasah, tenaga pendidik dari ragam bidang studi, dan peserta didik di MTs Negeri 2 Palembang. Temuan yang diperoleh memperlihatkan bahwa: (1) kapasitas pemahaman guru perihal pembelajaran berdiferensiasi masih menunjukkan kesenjangan yang cukup beragam; (2) praktik diferensiasi pada dimensi konten, proses, maupun produk telah diupayakan kendati pelaksanaannya belum mencapai tingkat optimal; (3) sejumlah persoalan implementasi ditemukan, meliputi sempitnya alokasi waktu, tingginya beban administratif, serta minimnya ketersediaan sumber belajar yang variatif; (4) komitmen kepala madrasah dan keberadaan komunitas belajar profesional menjadi variabel penentu keberhasilan implementasi. Studi ini merekomendasikan urgensi peningkatan kapasitas pendidik secara terencana dan berkesinambungan, pengembangan ekosistem sumber belajar yang inklusif, serta pembangunan kultur madrasah yang adaptif terhadap inovasi pembelajaran.
This research was conducted to comprehensively examine how differentiated learning is implemented within the framework of the Merdeka Curriculum at MTs Negeri 2 Palembang. As a pedagogical paradigm, differentiated learning rests on the principle of respecting student heterogeneity, encompassing variations in readiness, interest, and individual learning modalities. Under the Merdeka Curriculum, this approach occupies a strategic position as one of the main foundations for realizing student-centered learning. Methodologically, this study adopts a descriptive qualitative design, relying on classroom observations, in-depth interviews, and document review as data collection instruments. Research participants included school leaders, educators from various subject areas, and students at MTs Negeri 2 Palembang. The findings reveal that: (1) teachers' comprehension of differentiated learning still shows considerable variation; (2) differentiation practices in the dimensions of content, process, and product have been attempted, though implementation has not yet reached an optimal level; (3) several implementation challenges were identified, including limited time allocation, high administrative burdens, and scarcity of varied learning resources; (4) the commitment of school principals and the existence of professional learning communities proved to be decisive variables for successful implementation. This study recommends the urgency of planned and continuous teacher capacity building, development of an inclusive learning resource ecosystem, and the cultivation of a school culture adaptive to learning innovation.


