FENOMENA STRESS EATING DI KALANGAN MAHASISWA: KENDALI STRES DAN NAFSU MAKAN DITINJAU DALAM SUDUT PANDANG ISLAM
Kata Kunci:
Stress Eating, Mahasiswa, Perspektif IslamAbstrak
Fenomena stress eating semakin banyak ditemukan di kalangan mahasiswa sebagai respons terhadap tekanan akademik, sosial, dan personal. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya nafsu makan secara tidak terkendali ketika individu mengalami stres, yang berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena stress eating pada mahasiswa serta menganalisis upaya pengendalian stres dan nafsu makan ditinjau dari sudut pandang Islam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber psikologi, kesehatan, dan ajaran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memberikan panduan komprehensif dalam mengelola stres dan nafsu makan melalui konsep keseimbangan (wasathiyah), pengendalian diri (mujahadah an-nafs), serta penerapan pola makan yang halal dan thayyib. Nilai-nilai spiritual seperti dzikir, sabar, dan tawakal berperan penting dalam menenangkan jiwa sehingga dapat mencegah perilaku makan berlebihan akibat stres. Dengan demikian, pendekatan Islam dapat menjadi alternatif solusi dalam menghadapi fenomena stress eating di kalangan mahasiswa.
The phenomenon of stress eating is increasingly observed among university students as a response to academic, social, and personal pressures. This behavior is characterized by uncontrolled increases in appetite during stressful conditions, which may negatively affect physical and mental health. This study aims to examine the phenomenon of stress eating among students and analyze stress and appetite control from an Islamic perspective. The method employed is a literature review using a descriptive-analytical approach to psychological, health-related, and Islamic sources. The findings indicate that Islam provides comprehensive guidance in managing stress and appetite through the principles of balance (wasathiyah), self-control (mujahadah an-nafs), and the practice of consuming halal and wholesome (halalan thayyiban) food. Spiritual values such as remembrance of God (dhikr), patience, and trust in God (tawakkul) play a significant role in calming the soul and preventing overeating due to stress. Therefore, the Islamic perspective can serve as an alternative solution in addressing stress eating among university students.


