HAMBATAN DAN STRATEGI KOMUNIKASI ANTARA MAHASISWA DARI BERBAGAI SEMESTER DAN DOSEN DI LINGKUNGAN INSTITUT AGAMA ISLAM IMAM SYAFI’I INDONESIA

Penulis

  • Nadya Putri Khairani Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia
  • Syifa Huamayra Lutfi Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia

Kata Kunci:

Hambatan, Strategi, Komunikasi, Mahasiswa, Dosen

Abstrak

Komunikasi antar mahasiswa dan dosen adalah unsur yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Namun, perbedaan tingkat semester serta pengalaman akademik sering kali menimbulkan berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi yang dialami mahasiswi Institut Agama Islam Imam Syafi’i Indonesia dari berbagai semester dengan dosen, serta strategi dalam mengatasinya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yaitu kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil survei, banyak mahasiswa tingkat awal yang merasa ragu atau sungkan ketika ingin menyampaikan pertanyaan maupun pendapat. Keterbatasan waktu tatap muka juga menjadi salah satu hambatan lainnya. Di sisi lain, para dosen menilai bahwa hambatan tersebut dapat dikurangi jika ada ruang komunikasi yang fleksibel dan terbuka, baik tatap muka maupun media digital. Penelitian ini menyarankan agar kampus membangun suasana kelas yang lebih mendukung interaksi dua arah. Selain itu, mahasiswa didorong untuk lebih aktif dalam menyampaikan pertanyaan maupun pendapat. Pemanfaatan platform komunikasi yang mudah diakses juga membantu memperlancar interaksi antara mahasiswa dan dosen.

Communication between students and lecturers is a very important element in the learning process. However, differences in semester levels and academic experience often cause various obstacles. This study aims to identify communication barriers experienced by students of Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia from various semesters with lecturers, as well as strategies to overcome them. This study uses a mixed methods approach, namely qualitative and quantitative.  The survey results show that many early-semester students feel hesitant or shy when they want to ask questions or express their opinions. Limited face-to-face time is another obstacle. On the other hand, lecturers believe that these obstacles can be reduced if there is a flexible and open space for communication, both face-to-face and through digital media. This study suggests that campuses should create a classroom atmosphere that is more conducive to two-way interaction. In addition, students are encouraged to be more active in asking questions and expressing their opinions. The use of easily accessible communication platforms also helps facilitate interaction between students and lecturers.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30