TANTANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI ERA GLOBALISASI

Penulis

  • Hotni Sartika Sihombing Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibarhim, Pasir Pangaraian Indonesia
  • Syamzaimar Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibarhim, Pasir Pangaraian Indonesia

Kata Kunci:

Konten Dakwah, Media Sosial Tiktok

Abstrak

Civic Education (PKn) plays a strategicrole in shaping the nation’s character by instilling the values of pancasila, democracy. And civic responsibility. In the era globalization and social media, civic education faces various challenges, such as moral awaewness issues and cricis of national identity, including a shift in civic behavior into digital spaces. This research aims to examine the challenges of Civic Education in the era globalization and the role of teachers in shaping citizens who are intelligent, critical, and prossess character. This research uses aqualitative method with a literature study approach and interviews with teacher of Civic Education. The resulth show that citizenship in the era globalization in understood more broadly as moral awareness, ethich, and social responsibility, including within digital spaces. The mainchallenges facesd include weak internalization of Pancasila values, declining social ethich and empathy, and increasing influence of global culture and social media on the attitudes of students. Because, of this, Civic Education needs to be devoleved contextually and reflectively, with strengthening digital literacy, ethich, and character, so that it remains relevant in shaping the nation’s identity in the era of globalization. in the era globalization and rapid technological advancement, Pancasila as the foundational philosophy and state ideology of Indonesia faces both challenges and opportunities this article. This article explores the position of pancasila in a global context and how it principles can be applied the largest archipelagic country in the world. The purpose of Civic Education is to instill noble character values that can shape student’s character, especially in adaptation. The findings in this discussions come from a literture riview of various publications, including books, mangazines, and artcoles. In addution, further information about the implementation will be collecected to determine whether the younger generation continues to uphold the principles of Pancasila have not been sufficiently instilled in the younger generation based on the study findings. Because many young people still do not realize those ideals, it is very important to bring them back to life. Since many young people still do not understand these principles, it is essential to instill Pancasila values in the next generation. To realize the principles of Pancasila in the era globalization. in addition, the Pancasila principles that were initiated by our predecessors in an effort to unite Indonesia, and that dissaperead along with wave-namely progressive influence. 

Pendidikan Kewarganegraan (PKn) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa melalui penanaman nilai-nilai  Pancasila, Demokrasi, dan tanggung jawab  kewargaan. Di era globalisasi, dan media sosial, PKn menghadapi berbagai tantangan, seperti  penurunan kesadaran moral, krisis identitas kebangsaan serta pergeseran perilaku kewarganegaraan ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan pendidikan kewarganegaraan di era globalisasi serta peran guru dalam membentuk warga yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara terhadap guru Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewarganegaraan di era globalisasi dimaknai secara lebih luas sebagai kesadaran moral, etika, dan tanggung jawab sosial, termasuk dalam ruang digital. Tantangan utama yang dihadapi meliputi lemahnya internalisasi nilai Pancasila, menurunnya etika dan empati sosial, serta meningkatnya pengaruh budaya global dan media sosial terhadap sikap peserta didik. Oleh karena itu, Pendidikan kewarganegaraan perlu dikembangkan secara kontekstual dan relektif dengan penguatan literasi digital, etika dan karakter agar tetap relevan dalam membentuk jati diri bangsa di era globalisasi (junianti, asti, deswita, yeyen, mahmud, dan idalah, 2026). Di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, Pancasila sebagai filosofi dasar dan ideologi negara indonesia menghadapi tantangan dan peluang. Artikel ini mengeksplorasi kedudukan Pancasila dalam konteks global dan bagaimana prinsip-prinsipnya dapat diterapkan serta diperkuat ditengah dinamika global(Samosir, Hairul Amren, Malau, Rivan Daniel sihite, Asry Nathania A. Abduh, Muhammad Tambunan, Kristina Agiska, Tiara, 2024). Mengembangkan Pendidkan Kewarganegaraan berbasis karakter di Indonesia, Indonesia adalah negara negara kepulauan terbesar di dunia. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk menanamkan akhlak mulia dalam masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya tentang bagaimana masyarakat menyikapi masyarakat dan bagaimana besikap kritis dan kreatif, namun tujuan akhirnya adalah mengajarkan akhlak yang diharapkan dapat membentuk akhalk mulia masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya sekedar hafalan saja, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan sebagai inisiatif pengembangan karakter. Pendidikan Kewarganegaraan sendiri menyangkut pembelajaran nilai-nilai karakter yang dapat membentuk karakter siswa, khususnya dalam adaptasi. Temuan -temuan dalam diskusi ini berasal dari telaah literatur terhadap berbagai publikasi, termasuk buku, majalah, dan artikel. Selain itu, informasi lebih lanjut tentang implementasi ini akan dikumpulkan untuk menentukan apakah generasi muda terus menjungjung tinggi prinsip-prinsip Pancasila dalam menghadapi globalisasi, atau sebaliknya. Kita dapat menarik ksimpulan bahwa cita-cita Pancasila belum cukup ditanamkan kepada generasi muda berdasarkan temuan studi. Karena banyak generasi muda yang masih belum menyadari cita-cita tersebut, maka sangat penting untuk menghidupkannya kembali. Karena banyak generasi muda yang belum menyadari prinsip-prinsip ini, sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi berikutnya. Untuk mewujudkan prinsip-prinsip Pancasila di era globalisasi. Selain itu prinsip-prinsip Pancasila, yang   dimulai pendahulu kita dalam upaya menyatukan Indonesia, dan yang lenyap bersama gelombang ini yaitu pengaruh progresif (Nurohhim, Ilham Bhakti Fahrizal, Aditya Gautama, Fernanda, Muhammad Gilang, 2025).

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30