PERSPEKTIF SOSIOLOGI KELUARGA TERHADAP REALITA PERNIKAHAN DINI DI DESA ASAM JAWA, DESA PANGARUNGAN, DESA BUNUT KECAMATAN TORGAMBAR KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN

Penulis

  • Tio Minar Panjaitan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Maringan Sinambela Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Feriel Amelia Sembiring Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Martua Sihaloho Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Jupalman Welly Simbolon Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Kata Kunci:

Pernikahan Dini, Perspektif Sosiologi Keluarga, Faktor Sosial Dan Budaya, Pendidikan Rendah, Peran Keluarga

Abstrak

Penelitian ini mengkaji realita pernikahan dini di Desa Asam Jawa, Desa Pangarungan, dan Desa Bunut, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan melalui perspektif sosiologi keluarga. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini serta memahami dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini di ketiga desa tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, serta rendahnya tingkat pendidikan. Praktik ini berdampak pada ketidakstabilan rumah tangga, gangguan kesehatan reproduksi, serta terhambatnya perkembangan psikososial anak dan remaja. DalamĀ  perspektif sosiologi keluarga, pernikahan dini mencerminkan disfungsi peran keluarga dalam proses sosialisasi dan perlindungan terhadap anak. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi sosial dan edukatif dari berbagai pihak untuk menekan praktik pernikahan dini dan membangun ketahanan keluarga yang lebih baik. Adapun kesimpulan dari abstrakĀ  ini adalah Pernikahan dini di Desa Asam Jawa, Desa Pangarungan, dan Desa Bunut merupakan masalah sosial yang kompleks dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, serta rendahnya tingkat pendidikan. Praktik ini menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap kesejahteraan perempuan dan anak. Dalam tinjauan sosiologi keluarga, pernikahan dini mencerminkan kegagalan fungsi keluarga sebagai institusi sosialisasi dan pelindung utama anak. Oleh karena itu, penanggulangan pernikahan dini memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan edukasi, pemberdayaan keluarga, serta kebijakan publik yang berpihak pada perlindungan hak anak dan kesetaraan gender.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30