PENDIDIKAN KESEHATAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA REMAJA DI DESA NYALABU LAOK, KABUPATEN PAMEKASAN
Kata Kunci:
Kekurangan Energi Kronik, Remaja, Gizi, Desa Nyalabu LaokAbstrak
Chronic Energy Deficiency (CED) is a significant nutritional problem and is often found in adolescents in rural areas such as Nyalabu Laok Village, Pamekasan Regency. CED can disrupt growth and development, and negatively impact future quality of life. This study aims to determine the prevalence of CED, the factors that influence it, and its impact on adolescents. The method used is a quantitative descriptive approach with a cross-sectional approach. The sample consisted of 70 adolescents aged 13–18 years. Data collection was carried out through anthropometric measurements, nutritional questionnaires, and in-depth interviews. The results showed that 45.7% of adolescents experienced CED, with the main causes being low energy-protein consumption patterns, high physical activity, and a lack of nutrition education. Intervention efforts from across sectors are needed to address the problem of CED in this area.
Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan masalah gizi yang signifikan dan banyak ditemukan pada remaja di daerah pedesaan seperti Desa Nyalabu Laok, Kabupaten Pamekasan. KEK dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, serta berdampak negatif terhadap kualitas hidup di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi KEK, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan dampaknya terhadap remaja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 70 remaja berusia 13–18 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, kuesioner gizi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,7% remaja mengalami KEK, dengan penyebab utama adalah pola konsumsi rendah energi-protein, aktivitas fisik tinggi, serta kurangnya edukasi gizi. Diperlukan upaya intervensi dari lintas sektor untuk mengatasi masalah KEK di daerah ini.


