KECEMASAN, STRES DAN DEPRESI: DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Kata Kunci:
Depresi, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Kecemasan, Prestasi Akademik, StresAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat kecemasan, stres, dan depresi terhadap prestasi akademik mahasiswa yang diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif melibatkan 144 mahasiswa Program Studi Keperawatan angkatan 2021. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-42 untuk mengukur kecemasan, stres, dan depresi, serta data IPK diperoleh dari hasil akademik mahasiswa. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan, stres, dan depresi dengan IPK mahasiswa, dengan nilai p = 0,011 untuk kecemasan, p = 0,029 untuk stres, dan p = 0,004 untuk depresi, yang semuanya lebih kecil dari α = 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan, stres, dan depresi, semakin rendah prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa dengan kecemasan sedang (24,3%), stres sedang (26,4%), dan depresi ringan (25%) cenderung meraih IPK sangat memuaskan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan mental dapat mengganggu proses akademik dan mempengaruhi prestasi mahasiswa. Berdasarkan uji statistik Chi-Square, diperoleh nilai p < 0,05 untuk ketiga variabel, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara kecemasan, stres, dan depresi dengan prestasi akademik mahasiswa di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.
This study aims to examine the relationship between anxiety, stress, and depression levels and academic performance, measured by the Cumulative Grade Point Average (CGPA) of students at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. The research employed a correlational design with a quantitative approach, involving 144 students from the Nursing Program of the 2021 cohort. Data were collected using the DASS-42 questionnaire to assess anxiety, stress, and depression, and CGPA data were obtained from the students' academic records. Chi-Square analysis results revealed a significant negative relationship between anxiety, stress, and depression with CGPA, with p-values of 0.011 for anxiety, 0.029 for stress, and 0.004 for depression, all of which were less than α = 0.05. This indicates that higher levels of anxiety, stress, and depression are associated with lower academic performance. Students with moderate anxiety (24.3%), moderate stress (26.4%), and mild depression (25%) were more likely to achieve a very satisfactory CGPA. This study demonstrates that mental health issues can disrupt the academic process and affect students' performance. Based on Chi-Square statistical testing, p-values less than 0.05 for all three variables indicate a significant relationship between anxiety, stress, and depression with academic performance at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.


