HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI KELURAHAN GARONGAN, KULON PROGO, YOGYAKARTA
Kata Kunci:
Perilaku Merokok, Hal Yang Mempengaruhi, DampakAbstrak
Rokok adalah hasil olahan tembakau dalam kemasan yang terbuat dari nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau hasil sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Perilaku merokok sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Remaja, dewasa, bahkan anak-anak sudah tidak asing lagi dengan benda-benda berbahaya tersebut. Merokok dapat dipengaruhi baik dari faktor internal, seperti merokok sebagai cara mengatasi stress, maupun faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya dan lingkungan sosial. Dampak dari perilaku merokok yaitu dapat menyebabkan kulit wajah keriput, gigi bernoda, dan bau mulut. Asapnya juga mencemari lingkungan dengan bau tembakau. Selain itu, merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk penyakit paru-paru, kanker, impotensi, masalah reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Garongan, Kulon progo, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (Non-eksperimen). Metode penelitian ini yaitu kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja yang berusia 17-20 tahun di Kelurahan Garongan, Kulon progo, Yogyakarta sebanyak 54 remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik non probability sampling dengan metode total sampling, dan analisis data yang dilakukan memanfaatkan uji Spearman Rank. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner. Hasil: analisis uji Spearman Rank diperoleh nilai p sebesar 0,045 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,275 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup antara tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Garongan, Kulon progo, Yogyakarta, didapatkan bahwa sebagian besar remaja mengalami tingkat stress dengan kategori sedang sebanyak 19 orang (35,2%), dan sebagian besar remaja memiliki perilaku merokok kategori sedang sebanyak 35 orang (64,8%). Diharapkan bagi remaja dapat mengelola atau mengurangi stress dengan cara perilaku yang lebih positif seperti berolahraga atau kegiatan positif lainnya agar mencegah berbagai penyakit yang muncul akibat merokok.
Cigarettes are processed tobacco products in packaging made from nicotiana tabacum, nicotiana rustica and other species or their synthetic products containing nicotine and tar with or without additives. Smoking behavior has become the part of Indonesian culture. Teenagers, adults, and even children are familiar with these dangerous objects. Smoking can be influenced by both internal factors, such as smoking as a way to cope with stress, and external factors such as the influence of peers and the social environment. The impact of smoking behavior can cause wrinkled facial skin, stained teeth, and bad breath. The smoke also pollutes the environment with the smell of tobacco. In addition, smoking can cause various diseases including lung disease, cancer, impotence, reproductive problems, stroke, and pregnancy and fetal disorders. This study aims to determine the relationship between stress levels and smoking behavior in adolescents in Garongan Village, Kulon Progo, Yogyakarta. Method: This study applied a quantitative study (non-experimental). The research method is quantitative correlation with a cross-sectional approach. The population in this study were 54 teenagers aged 17-20 years in Garongan Village, Kulon Progo, Yogyakarta. The sampling technique used a non-probability sampling technique with a total sampling method, and data analysis was carried out using the Spearman Rank test. The research data was taken using a questionnaire. Results: Spearman Rank test analysis obtained a p value of 0.045 (p <0.05) and a correlation coefficient value of 0.275 which showed that there is a sufficient relationship between stress levels and smoking behavior in teenagers in Garongan Village, Kulon Progo, Yogyakarta. It was found that most teenagers experienced stress levels in the moderate category were 19 people (35.2%), and most teenagers had moderate smoking behavior were 35 people (64.8%). It is expected that teenagers can manage or reduce stress through more positive behavior such as exercising or other positive activities in order to prevent various diseases that arise due to smoking.


