“BERSIH-BERSIH MUSHOLLA UNTUK KENYAMANAN BERIBADAH”
Kata Kunci:
Bakti Sosial, Kebersihan Musholla, Kenyamanan Beribadah, Partisipasi Masyarakat, Kesadaran KolektifAbstrak
Penelitian ini mengkaji efektivitas kegiatan bakti sosial "Bersih-Bersih Musholla" di Musholla Darut Tauhid, Ketawang Gondanglegi Malang, dalam meningkatkan kenyamanan beribadah jemaah dan menumbuhkan kesadaran kolektif. Masalah utama yang diidentifikasi adalah seringnya kondisi musholla yang kurang optimal dalam kebersihan, sehingga mengurangi kekhusyukan ibadah dan minat jemaah. Sebagai solusi, kegiatan bakti sosial dilaksanakan untuk mengatasi persoalan kebersihan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan implementasi bakti sosial dan menganalisis dampaknya terhadap kenyamanan ibadah serta kesadaran kolektif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap pengurus, tokoh masyarakat, dan jemaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan ibadah yang lebih bersih dan nyaman, dibuktikan oleh persepsi positif jemaah. Partisipasi masyarakat juga terbukti sangat tinggi, memperkuat rasa kepemilikan dan kesadaran kolektif terhadap kebersihan musholla. Temuan ini menegaskan bahwa bakti sosial tidak hanya membersihkan fisik, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan meningkatkan kualitas spiritual komunitas.
This research examines the effectiveness of the "Musholla Cleaning Community Service" activity at Musholla Darut Tauhid, Ketawang Gondanglegi Malang, in enhancing worshippers' comfort and fostering collective awareness. The main problem identified was the often suboptimal cleanliness of the musholla, which diminished the solemnity of worship and discouraged attendance. As a solution, a community service activity was implemented to address cleanliness issues and encourage active public participation. The research aimed to describe the implementation of this community service and analyze its impact on worship comfort and collective awareness. Employing a qualitative approach with a case study design, data was collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis involving musholla administrators, community leaders, and worshippers. The findings indicate that the activity successfully created a cleaner and more comfortable worship environment, evidenced by positive perceptions from the worshippers. Community participation was also notably high, reinforcing a sense of ownership and collective awareness regarding musholla cleanliness. These findings affirm that community service not only cleans physical spaces but also strengthens social bonds and elevates the spiritual quality of the community.


