PENYULUHAN TENTANG PEMAHAMAN KOLESTROL DAN PENGGUNAAN OBAT ASAM URAT YANG TEPAT PADA MASYARAKAT DI DESA KEDUNGKANDANG MALANG

Penulis

  • Athalah Naufal Salsabilla ITSK Dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang
  • Septamara Dwi Revani ITSK Dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang
  • Rheinata Agis Syafira ITSK Dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang
  • Siti Syarrofah ITSK Dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang
  • Wandha Septiana ITSK Dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang
  • Riananda Afriza ITSK Dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang

Kata Kunci:

Asam Urat, Edukasi Masyarakat, Obat Aman, Lansia, Kesehatan Desa

Abstrak

Asam urat merupakan penyakit yang cukup sering ditemui, khususnya pada kalangan usia lanjut, dan dapat menyebabkan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa memicu berbagai komplikasi serius. Tingginya jumlah penderita asam urat di Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami cara pencegahan dan pengobatan yang benar. Kegiatan penyuluhan ini diselenggarakan di Desa Kedung Kandang dengan tujuan memberikan edukasi seputar penyebab, gejala, serta pentingnya penggunaan obat asam urat secara tepat dan aman. Program ini melibatkan pengecekan kesehatan sederhana seperti pengukuran tekanan darah dan kadar kolesterol, serta sesi edukatif dan interaktif bersama warga. Sasaran dari kegiatan ini meliputi masyarakat umum, lansia, penderita asam urat, tenaga kesehatan desa, serta keluarga pasien. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai penanganan asam urat, mulai dari pemilihan obat hingga penerapan pola hidup sehat, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada obat tradisional yang belum terbukti secara medis.

Gout is a prevalent metabolic disorder, particularly affecting the elderly, characterized by joint inflammation resulting from elevated serum uric acid levels. If inadequately managed, it may lead to chronic pain, joint damage, and other serious complications. The increasing incidence of gout in Indonesia reflects a significant gap in public knowledge regarding its prevention and proper pharmacological management. This community-based health education initiative was conducted in Kedung Kandang Village with the primary objective of enhancing public awareness about the etiology, clinical manifestations, and rational use of gout medications. The program included health screening such as blood pressure and cholesterol monitoring and interactive educational sessions designed to promote active community engagement. Target groups included the general population, elderly individuals, diagnosed gout patients, local healthcare workers, and patients’ families. The intervention aims to improve health literacy, encourage evidence based self care practices, and reduce dependence on traditional remedies lacking scientific validation. Ultimately, this initiative aspires to contribute to better disease management and overall community well-being.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-29