HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (CHLB) PADA MURID DI SD MIRISEWU

Penulis

  • Rahmawati Dwi Prastiwi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Yuli Isnaeni Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Zubaida Rohmawati Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Kata Kunci:

Efikasi Diri, Anak, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)

Abstrak

Pada masa ini anak dalam kondisi perkembangan emas, sehingga hal positif yang diberikan akan diserap dengan baik dan berdampak pada masa remaja dan masa tuanya. Disamping itu, dari jumlah penduduk Indonesia anak usia sekolah menempati jumlah 20%. Oleh karena itu, siswa merupakan sasaran yang sangat efektif dalam hal merubah perilaku. Merujuk pada data yang telah dilaporkan Riskesdas (2018) melaporkan, data CHLB populasi umum pada penduduk indonesia, termasuk kelompok anak-anak di dapatkan hasilnya 82,6% telah buang air besar dengan benar, khususnya di kamar kecil, sudah melakukan Buang Air Besar dengan benar yaitu di jamban, 47% bisa mencuci tangan menggunakan sabun secara benar, 77,3% kebiasaan mengkonsumsi penyedap rasa pada makanan, sebanyak 26,1% warga di Indonesia termasuk golongan aktif beraktivitas.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (CHLB) pada murid Kelas V dan VI di SD Muhammadiyah Mirisewu. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SD Muhammadiyah Mirisewu yang berjumlah 89 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan sampel 93 siswa. Hasil penelitian menggunakan uji analisis korelasi menggunakan Pearson Product Moment didapatkan hasil efikasi diri tidak berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (CHLB) dibuktikan dengan p value 0,097 mengindikasikan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri tidak berhubungan dengan keinginan seseorang untuk perilaku hidup bersih dan sehat.

Childhood represents a critical period of development, where positive influences are effectively absorbed and can have lasting effects into adolescence and adulthood. Additionally, school-age children constitute approximately 20% of Indonesia’s total population, making them a highly strategic target for behavioural change interventions. According to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) Report, data on Clean and Healthy Living Behaviour (CHLB) among the general Indonesian population, including children, revealed that 82.6% practiced proper defecation in toilets, 47% demonstrated appropriate handwashing habits with soap, 77.3% regularly consumed flavour enhancers in food, and 26.1% of Indonesians were classified as physically active.Aim of the Study: This study aims to examine the relationship between self-efficacy and Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) among fifth- and sixth-grade students at Muhammadiyah Mirisewu Elementary School.Research Method: A quantitative correlational study with a cross-sectional approach was conducted. The total population comprised 89 fifth- and sixth-grade students, all of whom were included in the study using a total sampling technique. Data analysis was performed using the Pearson Product-Moment Correlation test Findings: The correlation analysis revealed that self-efficacy was not significantly associated with CHLB. The correlation coefficient between the two variables was 0.097, indicating a very weak and statistically insignificant relationship (p > 0.05), with a p-value of 0.368 Conclusion: This study concludes that self-efficacy does not have a significant relationship with students' engagement in clean and healthy living behaviors. Suggestion: Schools are encouraged to promote a healthier environment by ensuring the availability of nutritious snacks in the school canteen.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30