HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN TINGKAT KESEPIAN PADA LANSIA DI TAMANSARI BOYOLALI
Kata Kunci:
Interaksi Sosial, Kesepian, LansiaAbstrak
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia memerlukan perhatian masyarakat dan pemerintah. Masalah yang sering terjadi pada lansia adalah penurunan interaksi social karena faktor kesehatan maupun kehilangan sehingga lansia mengalami kesepian. Sedangkan di Indonesia lansia dengan kesepian ringan sebanyak 64% , kesepian sedang 34%, dan kesepian berat 2%. Lansia yang secara teratur mengalami kesepian telah terbukti memiliki risiko depresi, kecemasan, penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih tinggi, dan juga lebih mungkin menunjukkan perilaku kesehatan negatif yang merupakan hal mendasar dalam hubungan antara kesepian dan dampak kesehatan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi social dengan tingkat kesepian pada lansia di Dusun Tagung Cilik Karanganyar Tamansari Boyolali Jawa Tengah. Jenis Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan uji statistic Spearmen Rank jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 49 responden, pengambilan sampel ini dengan menggunakan teknik Total Sampling. Penelitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner interaksi sosial dan kuesioner UCLA. Hasil analisa data dengan uji statistic Spearmen Rank diperoleh p value 0.002 dengan nilai taraf signifikasi p value<0,05, artinya jika hipotesis penelitian berdasarkan tingkat signifikasi pvalue≤0,05 maka hipotesis penelitian diterima dan jika pvalue>0,05 maka hipotesis penelitian ditolak. Sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara interaksi sosial dengan kesepian pada lansia di Dusun Tagung Cilik Karanganyar Tamansari Boyolali Jawa Tengah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan interaksi sosial dapat mempengaruhi tingkat kesepian pada lansia, sehingga lansia sangat diharapkan untuk dapat aktif mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi sosial dengan lansia lain dan menghindari perasaan kesepian pada lansia.
The increasing number of elderly in Indonesia requires attention from the community and government. Problems that often occur in the elderly are decreased social interaction due to health factors or loss so that the elderly experience loneliness. While in Indonesia, the elderly with mild loneliness are 64%, moderate loneliness 34%, and severe loneliness 2%. Elderly who regularly experience loneliness have been shown to have a higher risk of depression, anxiety, cardiovascular disease and death, and are also more likely to exhibit negative health behaviors which are fundamental in the relationship between loneliness and poor health impacts. This study aims to determine the relationship between social interaction and levels of loneliness in the elderly in Dusun Tagung Cilik Karanganyar Tamansari Boyolali Central Java. The type of research used by the researcher is to use a quantitative research method using a Cross Sectional approach. This study uses the Spearmen Rank statistical test, the population in this study was 49 respondents, this sampling used the Total Sampling technique. This study used 2 questionnaires, namely the social interaction questionnaire and the UCLA questionnaire. The results of data analysis with the Spearmen Rank statistical test obtained a p value of 0.002 with a significance level of p value <0.05, meaning that if the research hypothesis is based on the significance level of p value ≤ 0.05, then the research hypothesis is accepted and if p value> 0.05 then the research hypothesis is rejected. So it can be interpreted that there is a relationship between social interaction and loneliness in the elderly in Dusun Tagung Cilik Karanganyar Tamansari Boyolali Central Java. The conclusion of this study is that the relationship between social interaction can affect the level of loneliness in the elderly, so that the elderly are highly expected to be able to actively participate in activities in the community that aim to increase social interaction with other elderly and avoid feelings of loneliness in the elderly.


