HUBUNGAN ANTARA FUNGSI FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL PUCANG GADING SEMARANG DAN WANING WERDOYO UNGARAN

Penulis

  • Faila Siva Sholehah Universitas Islam Sultan Agung
  • Iskim Luthfa Universitas Islam Sultan Agung

Kata Kunci:

Fungsi Fisik, Kualitas Hidup

Abstrak

Latar Belakang: Tingkat morbiditas lansia pada tahun 2014 mencapai 25,5%, menunjukkan bahwa dari setiap 100 lansia, sekitar 25 mengalami masalah kesehatan. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas hidup mereka. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi fisik dan kualitas hidup pada lansia di Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang dan Waning Werdoyo Ungaran. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross-sectional. Sebanyak 115 lansia menjadi responden penelitian, dengan pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL dan fungsi fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden adalah 73 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (61,7%), tidak menyelesaikan pendidikan formal (69,6%), dan tidak bekerja (100%). Sebagian besar lansia memiliki fungsi fisik sedang (70,4%) dan kualitas hidup sedang (70,4%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fungsi fisik dan kualitas hidup dengan p-value = 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 41,0%. Implikasi : Hasil ini menegaskan bahwa fungsi fisik yang lebih baik berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih tinggi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya program peningkatan aktivitas fisik bagi lansia untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidup mereka, terutama di rumah pelayanan sosial.

Background: The morbidity rate among the elderly in 2014 reached 25.5%, indicating that approximately 25 out of every 100 elderly individuals experienced health issues. This condition affects their quality of life. Objective: This study aims to analyze the relationship between physical function and quality of life among the elderly at Pucang Gading Social Care Home in Semarang and Waning Werdoyo Social Care Home in Ungaran. Method: A quantitative study with a descriptive approach and cross-sectional design was conducted. A total of 115 elderly individuals participated, with quality of life measured using the WHOQOL questionnaire and physical function assessed via the International Physical Activity Questionnaire. Results: The results show that the average age of respondents was 73 years, with the majority being female (61.7%), having no formal education (69.6%), and unemployed (100%). Most respondents had moderate physical function (70.4%) and moderate quality of life (70.4%). Spearman’s correlation test revealed a significant relationship between physical function and quality of life, with a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of 41.0%. Implications: These findings confirm that better physical function contributes to a higher quality of life. The study implies that programs promoting physical activity should be implemented to maintain or improve the quality of life of elderly individuals, particularly in social care homes

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-08