PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENYUSUI DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI LADANG BAMBU, KEC. MEDAN TUNTUNGAN, KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA

Penulis

  • Nuraini Fadilah Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Putri Aswita Hani Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Juni Andini Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Nuraini Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Rani Suraya Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

Kata Kunci:

Asi Ekslusif, Pengetahuan, Sikap, Perilaku

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu menyusui terhadap pemberian ASI eksklusif di Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2024 dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 30 responden yang dipilih secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% responden memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif, 97% responden menyatakan bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, sementara 87% tidak mengalami kesulitan dalam menyusui. Namun, 53% responden memberikan makanan tambahan sebelum bayi berusia 6 bulan. Kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas pendukung menyusui di tempat kerja dan kurangnya informasi dari tenaga kesehatan.

This study aims to analyze the knowledge, attitudes and behavior of breastfeeding mothers towards exclusive breastfeeding in Ladang Bambu, Medan Tuntungan District, Medan City. This research was conducted in December 2024 with a qualitative approach through in-depth interviews with 30 respondents selected by accidental sampling. The research results showed that 63% of respondents had good knowledge about exclusive breastfeeding, 97% of respondents stated that breast milk was the best food for babies, while 87% did not experience difficulties in breastfeeding. However, 53% of respondents gave additional food before the baby was 6 months old. The main obstacles found include limited breastfeeding support facilities in the workplace and lack of information from health workers.

Unduhan

Diterbitkan

2025-01-30