PENGARUH PEMBERIAN KONSUMSI PUTIH TELUR REBUS PADA NY. H DENGAN POSTPARTUM TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI DESA MUNTANG KEMANGKON PURBALINGGA
Kata Kunci:
Post Partum, Luka Perineum, TelurAbstrak
Latar belakang: Luka perineum mengakibatkan perdarahan pada persalinan normal, perawatan perineum yang tidak tepat dapat mengakibatkan infeksi, komplikasi dan kematian ibu post partum. Penyembuhan luka dengan mengkonsumsi olahan putih telur rebus setara dengan 53 gram mengandung 50% protein yang lebih tinggi serta mengandung 95% albumin bebas lemak dan kolestrol sehingga aman untuk dikonsumsi dapat membantu pembentukan jaringan baru sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Mengetahui percepatan penyembuhan luka perineum dengan pemberian putih telur rebus pada ibu post partum. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif pada Ny. H selama 7 hari dimulai pada tanggal 07-13 Mei 2024, di Desa Muntang Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalinga menggunakan putih telur rebus sebagai instrument penelitian. Hasil: Setelah diberikan olahan putih telur rebus selama 7 hari dengan 4 kali observasi pada kurun waktu pagi dan sore hari, didapatkan total skor skala REEDA dengan total 10, yang dikatakan penyembuhan luka buruk sampai dengan didapatkan total skor skala REEDA dengan total 0 (nol) yang dikatakan penyembuhan luka baik dengan sedikit perubahan luka mengalami penyatuan jaringan, tidak mengalami tanda-tanda infeksi. Kesimpulan: Perawatan luka dengan mengkonsumsi putih telur rebus pada ibu post partum mengalami percepatan penyembuhan luka.
Background: Perineal wounds can cause bleeding during normal delivery. Improper perineal care can result in infections, complications, and postpartum maternal mortality. The consumption of 53 grams of boiled egg whites, which contain 50% higher protein and 95% fat- and cholesterol-free albumin, is safe for consumption and can aid in new tissue formation, thereby accelerating wound healing. Objective: To determine the acceleration of perineal wound healing with the administration of boiled egg whites in postpartum mothers. Method: This study employed a descriptive case study method on Mrs. H over seven days, from May 7-13, 2024, in Muntang Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency, using boiled egg whites as the research instrument. Results: After administering boiled egg whites for seven days with four observations conducted in the morning and evening, the total REEDA scale score decreased from 10, indicating poor wound healing, to 0 (zero), indicating good wound healing. The wounds showed tissue unification with no signs of infection. Conclusion: Wound care through the consumption of boiled egg whites in postpartum mothers accelerates wound healing.


