FORMULASI DAN STABILITAS SEDIAAN HAIR TONIC EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSAN DAN FRAKSI ETIL ASETAT BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM) DAN UJI AKTIVITAS PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI JANTAN (NEW ZEALAND WHITE)
Kata Kunci:
Sediaan hair tonic, ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum), Kelinci Jantan (New Zealand White), Ekstrak EtanolAbstrak
Menurut (Rainer P, 2023) menyatakan bahwa hasil survey pada tahun 2023 terjadi peningkatan masalah pertumbuhan rambut. Salah satu yang banyak terjadi pada masalah rambut yaitu rambut rontok. Hasil survey menunjukan bahwa 64,7 masyarakat Indonesia mengalami rambut rontok. Jenis kosmetik untuk perawatan rambut yang efektif mengatasi kerontokan dan menyuburkan rambut yaitu hair tonic, kandungan ekstrak yang terdapat dalam hair tonic lebih selektif dibandingkan pada sampo atau jenis kosmetik lain, dikarenakan lama waktu kontak kulit kepala yang cukup lama. Pemilihan tanaman herbal sebagai alternatif yang aman dan efektif untuk mengatasi masalah pada rambut yang rontok. Banyak tanaman herbal sudah terbukti memiliki aktivitas pertumbuhan rambut, dengan berbagai kandungan kimia dari setiap tanaman salah satunya adalah biji ketumbar yang dianggap bermanfaat untuk tonik pada rambut, Ketumbar yang mengandung senyawa aktif linalool, linalool manfaatnya untuk meningkatkan aliran darah ke bagian kulit kepala. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok serta membuat rambut lebih bercahaya dan lembut. Dengan ekstrak kental yang didapatkan sebanyak 133,43 gram dengan spesifik ekstrak berwarna cokelat, bau khas yang kemudian dibuat dalam 3 formulasi diantaranya ekstrak biji ketumbar, fraksi n-Heksan, dan fraksi etil asetat dalam komposisi basis yang sama, sedangkan kontrol positif digunakan minoxidil 2% dan kontrol negatif yang hanya berisi basis hair tonic saja dengan konsentrasi yang berbeda antara lain 2%, 5,0%, dan 7,5% menggunakan hewan uji kelinci dimana sediaan hair tonic biji ketumbar (Coriandrum sativum) dengan konsentrasi berbeda tiap formulasi memiliki homogenitas untuk semua sediaan hair tonic biji ketumbar (Coriandrum sativum) walaupun disimpan pada suhu 2-4⸰C dan 40⸰C. Dengan hasil pemeriksaan pH diperoleh mulai dari 4,64 – 5,92 dimana pH sediaan hair tonic masih dikatakan normal terhadap kulit kepala, sediaan hair tonik disetarakan dengan pH kulit kepala yang berkisar pH 4,5 – 6,5 dengan terjadinya penurunan dan kenaikan pH yang bervariasi selama pengujian , yang memiliki hasil pengujian bobot jenis antara lain kontrol normal 0,0908. Kontrol negatif 0,0921, formula 1 2,5% 0,0995: 5,0% 0,1093: 7,5% 0,1225. formula 2: 2,5% 0,1109: 5,0% 0,1208: 7,5% 0,1304. Formula 3: 2,5% 0,1297: 5,0% 0,1484: 7,5% 0,1688. Formula positif 0,2005. Hasil pengujian panjang rambut kelinci ini diperoleh nilai uji normalitas yaitu uji Shapiro Wilk dan uji One Way ANOVA. Berdasarkan uji normalitas yang dilakukan dengan uji Shapiro Wilk didapatkan hasil bahwa pertumbuhan rambut kelinci pada formula 3 fraksi etil asetat rambut kelinci terbukti lebih panjang sehingga mempengaruhu bobot pada rambut kelinci. Ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum) pada konsentrasi 7,5% paling efektif menumbuhkan rambut pada kelinci.


