EFEKTIVITAS FOOT MASAGGE SEBAGAI INTERVENSI PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA NY.H DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MADAGO TENTENA SULAWESI TENGAH

Penulis

  • Aulia Nurrahmadani Universitas Widya Nusantara
  • Suaib Universitas Widya Nusantara

Kata Kunci:

Foot Massage, Kualitas Tidur, Lansia, Gangguan Pola Tidur, Panti Werdha

Abstrak

Latar Belakang: Prevalensi gangguan tidur pada lansia mencapai 50-70% secara global dan 67,4% di Indonesia, dengan angka tertinggi (78,3%) pada lansia di panti werdha. Studi awal di Panti Sosial Tresna Werdha Madago Tentena menunjukkan 80% lansia mengalami gangguan tidur. Foot massage sebagai terapi nonfarmakologis bekerja melalui aktivasi sistem parasimpatis dan peningkatan produksi melatonin untuk memperbaiki kualitas tidur. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain studi kasus pada Ny. H (83 tahun) dengan gangguan pola tidur. Intervensi foot massage diterapkan selama 30 menit per sesi menggunakan teknik effleurage, petrissage, dan friction dengan minyak tawon, dilakukan 30-60 menit sebelum tidur selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil Penelitian: Terjadi perbaikan bertahap kualitas tidur klien. Hari pertama: frekuensi terbangun berkurang dari 4-5 kali menjadi 1-2 kali. Hari kedua: hanya terbangun sekali dengan tidur efektif 7 jam. Hari ketiga: tidur nyenyak tanpa terbangun, nyeri kaki minimal, klien tampak segar dan bersemangat. Terjadi peningkatan kepuasan tidur dan kemampuan beraktivitas. Simpulan: Foot massage efektif meningkatkan kualitas tidur lansia dengan gangguan pola tidur. Intervensi ini aman, praktis, dan memberikan hasil positif dalam waktu singkat.

Saran: Panti perlu mengintegrasikan foot massage sebagai intervensi rutin. Institusi pendidikan keperawatan diharapkan memasukkan materi ini dalam kurikulum gerontik. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain eksperimental dengan sampel lebih besar dan instrumen terstandar untuk evaluasi jangka panjang.

Background:The prevalence of sleep disorders in the elderly reaches 50–70% globally and 67.4% in Indonesia, with the highest rate (78.3%) among elderly residents in nursing homes. A preliminary study at Panti Sosial Tresna Werdha Madago Tentena showed that 80% of elderly residents experienced sleep disturbances. Foot massage as a non-pharmacological therapy works through activation of the parasympathetic system and increased melatonin production to improve sleep quality.Research methods:This study employed a case study design on Mrs. H (83 years old) with sleep pattern disturbance. Foot massage intervention was applied for 30 minutes per session using effleurage, petrissage, and friction techniques with tawon oil, performed 30–60 minutes before bedtime for three consecutive days. Data were collected through interviews, observation, and physical examination.Research result: Gradual improvement in the client's sleep quality was observed. Day one: frequency of waking decreased from 4–5 times to 1–2 times. Day two: woke only once with 7 hours of effective sleep. Day three: slept soundly without waking, minimal leg pain, client appeared refreshed and energetic. There was an increase in sleep satisfaction and ability to perform daily activities.Conclusion:Foot massage is effective in improving sleep quality in elderly individuals with sleep pattern disturbances. This intervention is safe, practical, and provides positive results in a short period.Recommendation:Nursing homes should integrate foot massage as a routine intervention. Nursing education institutions are expected to incorporate this material into the gerontological nursing curriculum. Further research should use experimental designs with larger samples and standardized instruments for long-term evaluation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29